Tanggul Kali Cipanas Indramayu Kritis, Warga Khawatir Jebol

shafira Bilqis Ramadhani
Warga Desa Puntang dan Jangga, Kecamatan Losarang saat memohon perbaikan tanggul Kali Cipanas Indramayu, Senin (21/9/2026). (Foto: Istimewa).

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id — Kondisi tanggul di Kali Cipanas Indramayu dikeluhkan warga Desa Puntang dan Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Warga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Daerah (Pemda) segera menangani tanggul yang dinilai kritis tersebut, Senin (21/9/2026).

Warga khawatir kondisi itu kembali memicu banjir besar seperti yang terjadi pada 2021. Saat itu, tanggul jebol dan banjir menjadi persoalan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Desakan penanganan disampaikan H. Warno yang mewakili masyarakat Desa Puntang dan Desa Jangga. Ia meminta pemerintah dan instansi terkait tidak menunggu sampai tanggul kembali bermasalah ketika musim hujan tiba.
Menurut H. Warno, masyarakat sudah berupaya menyampaikan persoalan tanggul sejak April. Namun, hingga kini warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.

“Kami sudah berupaya dari bulan Maret, April sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Dan sekarang kami masyarakat ini jangan sampai terjadi kembali seperti tahun 2021 (tanggul jebol),” ujar H. Warno.

Ia menegaskan kondisi tanggul saat ini sudah mendesak. Karena itu, warga berharap BBWS dan Pemda segera turun tangan melakukan penanganan sebelum kondisi tersebut menimbulkan dampak lebih besar.
H. Warno juga meminta pemerintah tidak menunggu sampai bencana terjadi. Menurutnya, penanganan sebelum banjir akan lebih penting karena kejadian serupa dapat berdampak terhadap masyarakat.

“Jangan sampai terjadi lagi dan nanti kalau sudah terjadi negara pun akan mengeluarkan dana yang begitu besar. Oleh karena itu sebelum terjadi kami masyarakat Puntang dan Jangga ini berharap kepada siapa ini saya harus mengadu sebagai masyarakat Puntang dan Jangga ini? Kepada siapa? Kami punya Bupati, kami punya Gubernur, kami punya dinas terkait,” kata H. Warno.

Kekhawatiran warga semakin besar menjelang musim hujan. H. Warno menyebut periode akhir September hingga November menjadi perhatian masyarakat karena potensi hujan dapat kembali meningkatkan debit air.

“Tapi sampai hari ini belum ada realisasi, sedangkan musim sekarang ini mulai akhir September. September, Oktober, November itu musim hujan. Kalau sudah musim hujan bagaimana,?” tuturnya.

Bagi warga Desa Puntang dan Desa Jangga, persoalan Kali Cipanas Indramayu tidak hanya berkaitan dengan kondisi tanggul. Mereka juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian di Kecamatan Losarang apabila banjir kembali terjadi.

H. Warno berharap BBWS, Pemda, serta instansi terkait segera memberikan tindak lanjut. Warga ingin penanganan dilakukan sebelum kejadian banjir besar 2021 kembali terulang.

“Akan menangis khususnya masyarakat Puntang dan Jangga dan umumnya Losarang. Akan menjadi dampak perekonomian itu terpuruk untuk Losarang khususnya. Jadi kami mohon kepada yang terhormat yang terkait dan siapa pun mohon segera ada tindak lanjut persoalan masalah ini. Jangan sampai terulang lagi menangis masyarakat Puntang dan Jangga menangis,” pungkas H. Warno.
 

 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network