Pedagang Thrifting di Indramayu Tertekan Larangan Impor, Pasokan Seret Penjualan Turun
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Larangan impor pakaian bekas mulai menghantam pedagang thrifting di Kabupaten Indramayu. Di Kecamatan Sliyeg, para pelaku usaha kecil merasakan langsung macetnya pasokan, naiknya harga modal, hingga turunnya penjualan baik offline maupun online.
Salah satu pedagang thrifting setempat, Fajar Isda Maulana, mengaku barang masuk dalam bentuk bal kini jauh lebih sulit. Pemasok enggan mengirim karena aturan diperketat.
“Bal satu press itu sekarang emang masuknya agak susah karena ada larangan dari Pak Menteri,” ujarnya, Kamis, 6 November 2025.
Tak hanya itu, harga modal dari pemasok melonjak karena stok semakin terbatas. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan mempertahankan harga jual ke konsumen.
“Untuk harga sekarang emang dari pemasoknya juga di-up gitu harganya karena mungkin barang sekarang lagi susah,” kata Fajar.
Turunnya penjualan juga makin terasa setelah marketplace menutup akses kategori thrifting.
“Penjualan juga di offline agak menurun,” tambahnya.
Bagi pedagang seperti Fajar, thrifting bukan hanya usaha sambilan. Ini adalah sumber nafkah utama yang menopang kehidupan keluarga. Ketika pasokan terhenti dan penjualan drop, dampak ekonomi langsung terasa hingga ke dapur rumah mereka. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto