Ibunda Sugianto Haru dan Bangga, Putranya Terima Penghargaan dari Presiden Korea Selatan
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Ibunda Sugianto, Warsinih, tak kuasa menahan haru saat mengetahui putranya menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan atas aksi kemanusiaannya menyelamatkan para lansia saat kebakaran hutan di Desa Gyeongjong, Kabupaten Yeongdeok, Korea Selatan.
Sugianto menjadi sorotan publik setelah menolong sejumlah lansia yang terjebak kebakaran hutan pada akhir Maret 2025. Atas aksi heroik tersebut, ia menerima penghormatan dari Presiden Korea Selatan sebagai Pahlawan Kemanusiaan pada 2 Januari 2026.
Warsinih (47) mengaku bangga atas pencapaian yang diraih putranya. Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di kediamannya, Minggu, 4 Januari 2026.
“Ya alhamdulillah,” ucap Warsinih singkat dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai orang tua, ia mengaku perasaan bangga yang dirasakannya sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Bangga, sulit diucapkan dengan kata-kata,” tuturnya.
Ia pun berpesan kepada putranya agar tetap rendah hati dan selalu berserah diri kepada Tuhan.
“Semoga Sugianto selalu mengikuti kehendak Allah dan diberikan yang terbaik,” ujarnya.
Pencapaian tersebut tak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama daerah serta menginspirasi banyak orang. Dukungan dan doa keluarga diharapkan menjadi kekuatan bagi Sugianto dalam melanjutkan pengabdiannya ke depan.
Sementara itu, istri Sugianto, Indah (30), mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas penghargaan yang diterima suaminya hingga mendapat apresiasi langsung dari Presiden Korea Selatan.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan Sugianto murni dilandasi niat menolong sesama tanpa pernah terbayang akan berujung pada penghargaan sebesar itu.
“Alhamdulillah senang sekali, rasanya seperti hoki seumur hidup. Walaupun yang bertemu Presiden suami saya, saya sebagai istri ikut bangga dan bahagia,” ujarnya.
Indah menuturkan, sebelumnya keluarga hanya membayangkan penghargaan sebatas dari lingkungan kerja atau instansi terkait. Perhatian hingga tingkat kepala negara menjadi hal yang sama sekali tidak pernah mereka duga.
Ia juga menyebut, Sugianto dikenal sebagai sosok yang ringan tangan, baik di lingkungan kerja maupun di tempat tinggalnya di Korea Selatan.
“Dia orangnya tidak pernah berat tangan, selalu mau menolong. Di sana juga sudah seperti saudara, sering membantu para lansia,” katanya.
Di lingkungan keluarga, Sugianto dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, termasuk sebagai ayah bagi anak mereka yang masih berusia enam tahun.
Terkait kemungkinan menetap di Korea Selatan setelah memperoleh visa F-2, Indah mengatakan keluarga masih mempertimbangkan berbagai hal, terutama kondisi dan masa depan anak.
“Kalau ada kesempatan insya Allah, tapi masih banyak pertimbangan,” tutupnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto