Kisah Pilu Karmi: Tuna Netra Sejak Lahir dan Berharap Adanya Bantuan Pemerintah
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Nasib pilu dialami Karmi (70), warga Blok Bong RT 15, Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di usia senjanya, Karmi harus menjalani hidup penuh keterbatasan karena menderita tuna netra sejak lahir dan kini hanya bergantung pada bantuan tetangga serta keluarga.
Kondisi kebutaan membuat Karmi tidak mampu bekerja maupun beraktivitas secara mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia mengaku mengandalkan bantuan dan belas kasihan warga sekitar serta sanak keluarga.
“Kini kami hidup dari bantuan dan belas kasihan tetangga serta keluarga karena kondisi saya tidak dapat melihat,” ujar Karmi, Selasa, 6 Januari 2025.
Karmi diketahui memiliki seorang anak laki-laki yang tinggal bersama anak dan cucunya. Namun, kondisi ekonomi sang anak juga tergolong pas-pasan sehingga belum mampu sepenuhnya mencukupi kebutuhan hidup orang tuanya.
“Ada juga bantuan dari anak, tapi mereka juga punya keperluan sendiri. Saya prihatin dengan kondisi mereka,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan memasak, Karmi dibantu oleh anak dan cucunya. Meski demikian, keterbatasan ekonomi keluarga membuat kehidupan lansia tersebut jauh dari kata cukup.
Di usia lanjut, Karmi mengaku tidak lagi mampu melakukan aktivitas apapun. Ia pun berharap adanya perhatian dan bantuan rutin dari pemerintah agar dapat menjalani hidup dengan lebih layak.
“Saya berharap ada bantuan rutin dari pemerintah, supaya kami tidak terus mengalami kesulitan dan tidak menjadi beban masyarakat,” harapnya.
Selain itu, Karmi juga berharap adanya uluran tangan dari para dermawan yang bersedia membantu warga lanjut usia dengan keterbatasan fisik seperti dirinya.
“Di usia senja ini, saya hanya berharap hidup bisa sedikit lebih baik,” pungkasnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto