get app
inews
Aa Text
Read Next : BMKG: Warga Jabar Diminta Siaga Hadapi Cuaca Buruk 23–29 Januari 2026

Curah Hujan Ekstrem, Sejumlah Ruas Jalan di Pusat Kota Indramayu Tergenang Banjir

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:32 WIB
header img
Sejumlah kendaraan menerobos genangan banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Indramayu, Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pagi hingga siang hari, Selasa, 27 Januari 2026, menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol serta kawasan permukiman di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 50 sentimeter.

Beberapa ruas jalan yang terdampak genangan air di antaranya Jalan Letjen Suprapto, Jalan DI Panjaitan tepat di depan Gedung BCA Indramayu, kawasan Sport Center, Jalan Kapten Arya, hingga Jalan Olahraga. Genangan tersebut mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di pusat kota.

Salah seorang warga Jalan Pahlawan, Mashadi (52), mengaku terpaksa menggunakan sepeda untuk beraktivitas karena khawatir kendaraannya mogok akibat banjir.

“Hujan dari pagi sampai siang ini cukup deras. Saya tadi naik sepeda ke pasar karena takut motor saya mogok,” ujar Mashadi.

Tidak hanya jalan protokol, sejumlah kawasan permukiman juga terdampak. Banjir dilaporkan menggenangi beberapa perumahan di Kelurahan Margadadi serta Desa Tambak.

Plh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kertajati, Muhammad Syi’faul Fuad Alhamidi, menjelaskan bahwa wilayah Indramayu memang tengah memasuki puncak musim hujan.

"Indramayu diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir. Sesuai prakiraan, akhir Januari ini terjadi peningkatan curah hujan. Bahkan tercatat lebih dari 100 milimeter per hari,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Indramayu berada pada kategori sedang hingga lebat, yakni berkisar antara 20 hingga 100 mm per hari. Bahkan, pada 22 Januari 2026, curah hujan di wilayah ini masuk kategori ekstrem.

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir dan genangan luas.

Menurut BMKG, cuaca ekstrem ini dipicu oleh munculnya bibit siklon tropis dan beberapa pusat tekanan rendah di Samudra Hindia. Fenomena tersebut memperkuat aliran udara basah ke wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Selain itu, penguatan monsun Asia turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Aktivitas gelombang atmosfer, seperti gelombang ekuatorial Rossby, juga menambah pasokan uap air di wilayah Jawa.

“Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup panjang,” ujar Fuad.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan banjir, genangan, dan dampak cuaca ekstrem lainnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut