get app
inews
Aa Text
Read Next : Curi Motor di Parkiran RS, Dua Warga Karangampel Indramayu Dibekuk Polisi

273 Kepala Keluarga Terdampak, Perumahan Ningrat di Indramayu Langganan Banjir

Selasa, 27 Januari 2026 | 20:37 WIB
header img
Banjir di perumahan Ningrat, Kabupaten Indramayu, Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: iNewsIndramayu.idWahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Masalah infrastruktur drainase kembali memicu keluhan warga di wilayah perkotaan. Sebanyak 273 unit rumah di Perumahan Ningrat, Kabupaten Indramayu, terpaksa bergelut dengan genangan air setiap kali hujan deras melanda. Kondisi ini diperparah dengan posisi pemukiman yang berada di titik hilir, namun tidak didukung oleh saluran pembuangan yang memadai.

Ketua RW setempat, Warta Ambela, mengungkapkan bahwa banjir di Perumahan Ningrat Indramayu telah menjadi masalah rutin. Menurutnya, air sering kali tertahan di lingkungan warga karena saluran utama di depan gerbang perumahan mengalami pendangkalan serius.

Birokrasi Lambat, Warga Minta Normalisasi Dipercepat

Warta Ambela menegaskan bahwa penanganan banjir seharusnya tidak terjebak dalam prosedur birokrasi yang berbelit seperti pengajuan proposal. Baginya, kondisi darurat yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus ditangani dengan aksi nyata di lapangan.

"Kami minta mohon sama pihak dinas terkait pengin adanya normalisasi saluran utama. Jangan ada sampai harus pengajuan dulu, bikin proposal dulu. Ini kan namanya musibah, bukan minta bantuan dana," tegas Warta Ambela, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa normalisasi harus segera dilakukan agar alur air dari hulu tidak kembali berputar ke arah pemukiman.

"Alangkah baiknya ketika ada musibah dipercepat kegiatannya normalisasi," imbuhnya.

Dampak Banjir: Dari Motor Mogok Hingga Aktivitas Sekolah Terganggu

Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa di jalan utama perumahan telah mengganggu mobilitas harian warga. Meskipun air belum sampai masuk ke dalam rumah, genangan di halaman dan jalanan sudah cukup untuk melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pendidikan.

"Dampaknya semua, 273 unit. Banyak motor yang mogok, aktivitas pagi dan anak sekolah juga terganggu karena air buangnya ke mana bingung," jelas Warta Ambela mengenai dampak banjir di perumahan Ningrat.

Kondisi geografis di mana dataran sekitar lebih tinggi ketimbang area pemukiman membuat air sulit mengalir secara alami. Hal ini diperparah dengan kondisi selokan utama yang dangkal, sehingga air dari daerah hulu terkonsentrasi di wilayah tersebut tanpa ada jalan keluar.

Harapan Warga Kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya dinas teknis terkait, segera mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan selokan utama. Warta meyakini, jika saluran besar tersebut diperdalam, potensi banjir di wilayahnya dapat diminimalisir secara signifikan.

"Minta sih kita pengen normalisasi dari selokan saluran besar yang utama bisa di dalam lagi. Insyaallah ini bakal ke sana larinya (air)," pungkas Warta. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut