Stok Besar, Distribusi Lambat: DPRD Soroti Anomali Pupuk di Indramayu
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosyadi, menyoroti serius kendala logistik yang menyebabkan kelangkaan pupuk NPK Phonska di Bumi Wiralodra. Berdasarkan pengawasan lapangan, ia menyebut keterlambatan pengiriman dari pabrik pusat menjadi beban berat bagi petani di masa pemupukan.
"Problem saat ini adalah Phonska yang sering tidak ada karena alasan teknis keterlambatan pengiriman dari Gresik ke sini. Petani tiap hari datangi kios mau menebus, tapi kios belum dapat pasokan dari distributor karena stok di gudang PI pun belum terisi," ujar Imron Rosyadi, Jumat (6/2/2026).
Padahal, secara kapasitas gudang lokal, Koordinator Pupuk Indonesia Indramayu, Mokhamad Fitri Yedi, menyebutkan bahwa alokasi untuk Indramayu merupakan yang terbesar di Jawa Barat. Aktivitas distribusi dari gudang ke pengecer pun diklaim sangat masif.
"Khusus di Jatibarang, kalau masa puncak pemakaian bisa keluar 400 ton tiap hari. Indramayu itu alokasi paling besar se-Jawa Barat," jelas Fitri Yedi memaparkan kekuatan stok lini III yang mencapai 2.500 ton secara keseluruhan.
Melihat anomali stok yang tersedia namun sering terlambat karena faktor jarak, Imron Rosyadi memberikan solusi radikal. Ia mendesak pemerintah pusat mengevaluasi letak pabrik yang jauh di Jawa Timur, sementara konsumen terbesarnya ada di Indramayu.
"Kenapa pabrik pupuknya ada di Gresik? Tiap tahun pasti ada problem pengiriman, apalagi kalau Jawa Tengah banjir, armada terlambat. Kami mendorong PI bisa bangun pabrik di Indramayu agar cepat. Kalau PI mau, kami siap support lahan untuk terwujud," tegas Imron.
Imron menilai, kelancaran urea yang diproduksi di Cikampek harusnya menjadi contoh bahwa kedekatan pabrik dengan lahan pertanian adalah kunci.
"Kalau urea pasokannya selalu ada, standby, karena lebih dekat (Cikampek). Jadi nanti ini menjadi perhatian bersama," tutupnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto