get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Lebaran, Warga Indramayu Padati Layanan Penukaran Uang Baru dari BI Cirebon

Masjid Kuno Bondan, Jejak Awal Penyebaran Islam di Tepi Sungai Cimanuk Indramayu

Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:00 WIB
header img
Penampakan Masjid Kuno Bondan yang masih berdiri kokoh. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id Masjid Kuno Bondan menjadi jejak awal penyebaran agama Islam di tepi Sungai Cimanuk. Masjid yang terletak di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu ini masih berdiri kokoh dan menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Islam di wilayah pesisir utara Jawa Barat.

Masjid bernama asli Masjid Darussajidin tersebut dipercaya telah berdiri sejak tahun 1414 Masehi. Keberadaannya bahkan lebih tua dibanding terbentuknya pemerintahan Indramayu pada 1527 maupun awal berdirinya Cirebon sekitar tahun 1480.

Pada tahun 2022, masjid bersejarah ini resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat Kabupaten Indramayu.

Tim Ahli Cagar Budaya Indramayu, Dedy S Musashi, menjelaskan bahwa Masjid Kuno Bondan didirikan oleh seorang ulama asal Yaman bernama Syekh Dzatul Kahfi, yang juga dikenal dengan sebutan Syekh Majagung atau Pangeran Atas Angin.

Menurut Dedy, masjid tersebut pada masanya berfungsi sebagai pusat dakwah Islam bagi masyarakat pesisir.

“Masjid ini kala itu berfungsi sebagai pusat dakwah, tempat masyarakat pesisir belajar agama sekaligus membangun peradaban baru,” ujar Dedy, Jumat (27/2/2026).

Warga setempat juga mengenal masjid ini dengan sebutan Masjid Sapuangin. Nama tersebut diyakini berasal dari kisah Syekh Dzatul Kahfi yang konon memiliki kemampuan spiritual bernama ilmu Sapu Angin.

“Terlepas dari legenda yang menyertainya, nama itu menjadi bagian dari identitas kultural yang diwariskan turun-temurun,” kata Dedy.

Konstruksi Kayu Jati Tanpa Paku

Keunikan Masjid Kuno Bondan terlihat dari konstruksi bangunannya yang seluruhnya menggunakan kayu jati tua. Ruang utama salat berbentuk panggung dan dirangkai menggunakan sistem pasak tanpa paku besi.

Atap masjid berbentuk limasan dengan penutup sirap kayu. Tiang-tiang utama atau saka berdiri kokoh dengan ornamen klasik yang memadukan budaya lokal dan nilai-nilai Islam.

Masjid ini juga memiliki memolo, yakni ornamen di puncak atap yang menjadi ciri khas bangunan masjid kuno di Nusantara.

Meski demikian, beberapa bagian seperti teras depan telah mengalami pembaruan menggunakan material yang lebih modern.

Dipugar dan Tetap Aktif Digunakan

Karena didominasi material kayu, kondisi bangunan cukup rentan terhadap perubahan cuaca. Pada tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Balai Pelestarian Kebudayaan IX Jawa Barat melakukan pemugaran intensif.

Perbaikan difokuskan pada penggantian atap sirap serta pembersihan kimiawi pada bagian memolo untuk mencegah pelapukan. Selain itu, dilakukan pendataan ulang dan penelitian struktur kayu guna menjaga keaslian bangunan.

Pemugaran tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga melestarikan nilai sejarah masjid tertua di Indramayu ini.

Meski berstatus cagar budaya, Masjid Kuno Bondan tetap aktif digunakan sebagai tempat ibadah. Selama bulan Ramadan, berbagai kegiatan keagamaan rutin digelar.

Juru pelihara masjid, Mastara, mengatakan kegiatan tersebut meliputi salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga pengajian anak-anak.

“Kalau sore juga ada bazar Ramadan dan buka puasa bersama,” ujar Mastara.

Ia menambahkan, suasana kebersamaan warga kerap berlanjut hingga menjelang sahur, dengan jamaah bercengkerama di serambi masjid yang sejuk.

Mastara berharap status cagar budaya yang disematkan pada masjid tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut merawat dan melestarikannya.

“Masjid ini adalah kebanggaan masyarakat Desa Bondan,” katanya.

Masjid Kuno Bondan menjadi bukti bahwa kawasan tepi Sungai Cimanuk pernah menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah Indramayu. Melalui bangunan kayu yang tetap berdiri kokoh hingga kini, jejak sejarah Islam terus hidup dari generasi ke generasi. 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut