get app
inews
Aa Text
Read Next : Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu, Jejak Awal Syiar Islam di Indramayu

Perahu Nelayan Tenggelam di Pulau Biawak Indramayu, Dua ABK Tewas dan Empat Masih Dicari

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:21 WIB
header img
Dua nelayan korban kapal tenggelam berhasil dievakuasi petugas. (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Sebuah perahu nelayan KM Almujib berukuran 6 GT tenggelam setelah diduga tertabrak kapal tongkang di perairan Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (28/2/2026) malam.

Dalam peristiwa tersebut, dua nelayan dilaporkan meninggal dunia, dua orang selamat, sementara empat lainnya masih dalam pencarian.

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan kecelakaan laut itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB saat para awak kapal tengah beristirahat.

“Perahu nelayan KM Almujib yang membawa delapan ABK berangkat dari Karangsong menuju perairan Pulau Rakit/Biawak sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari ikan,” ujarnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB para nelayan mulai menebar jaring hingga pukul 17.00 WIB, kemudian beristirahat di kapal.

Namun sekira pukul 22.00 WIB, salah satu ABK yang terbangun melihat kapal tongkang bernomor lambung 3009 mendekat dan kemudian menabrak lambung kiri KM Almujib yang saat itu dalam kondisi mesin mati.

“Akibat tabrakan tersebut, perahu nelayan terseret sekitar 10 menit hingga air masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal tenggelam,” ucapnya.

Para nelayan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada derigen bekas solar, gabus, serta tali tongkang.

Dua korban yang ditemukan meninggal dunia yakni:

1. Jupri alias Kempot (35), nelayan asal Desa Pabean Udik.

2. Wandi (39), nelayan asal Desa Karangsong.

Sementara dua korban yang berhasil selamat yaitu:

  • Carudin (48), warga Desa Brondong.
  • Alfianto Agus Sulistiyo (20), warga Kelurahan Paoman.

Adapun empat nelayan lainnya yang masih dalam pencarian yakni Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50).

Dua korban selamat ditemukan dan diselamatkan oleh kapal nelayan KM Sri Mulya pada Minggu (1/3/2026) sekira pukul 04.30 WIB.

Sementara itu, dua korban meninggal dunia ditemukan oleh kapal nelayan KM Cahaya Langgeng dan kemudian dibawa ke Karangsong untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

Polisi bersama Basarnas, BPBD, serta unsur terkait masih melakukan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

“Selain melakukan evakuasi korban, petugas juga mengamankan perahu KM Almujib yang masih mengapung dalam kondisi terbalik di sekitar lokasi kejadian,” ujar Asep. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut