Update Pencarian Nelayan Indramayu Hilang, Tim SAR Kerahkan Kapal Tambahan di Perairan Pulau Biawak
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Upaya pencarian terhadap sejumlah nelayan Indramayu hilang pasca tenggelamnya KM Almujib di perairan dekat Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, terus diintensifkan. Memasuki hari kedua, Senin (2/3/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan armada tambahan untuk menyisir lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya.
Tim yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, hingga KPLP masih bekerja maksimal di tengah tantangan cuaca laut. Kapal nelayan berukuran 6GT tersebut sebelumnya dilaporkan karam usai diduga ditabrak kapal tongkang pada Sabtu malam lalu. Dari total delapan orang di atas kapal, empat orang masih dinyatakan hilang.
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan SAR Map Basarnas, titik koordinat fokus pencarian kini mulai bergeser. Hal ini disebabkan oleh pergerakan arus laut yang cukup kuat dalam beberapa jam terakhir.
“Diperkirakan korban telah bergeser ke arah Timur atau masuk wilayah Perairan Cirebon dari titik awal TKP di Perairan Pulau Biawak,” ujar Asep di lokasi.
Untuk memaksimalkan pencarian nelayan Indramayu hilang ini, sebanyak empat unit kapal dikerahkan. Tiga kapal bertolak dari Pelabuhan Karangsong, sementara satu unit Kapal Basarnas KN Setiyaki 02 melakukan penyisiran mulai dari Pelabuhan Cirebon menuju titik awal kecelakaan.
Peristiwa nahas ini bermula saat KM Almujib berangkat menjaring ikan pada Sabtu siang. Namun, petaka terjadi saat para awak kapal tengah beristirahat di malam hari. Sebuah kapal tongkang dengan nomor lambung 3009 tiba-tiba mendekat dan menghantam sisi kiri perahu nelayan tersebut.
"Benturan itu menyebabkan KM Almujib terseret sekitar 10 menit. Lambung kapal bocor hingga air masuk dengan cepat dan kapal pun tenggelam," terang Asep.
Dua nelayan, Carudin (48) dan Alfianto Agus Sulistiyo (20), berhasil selamat setelah bertahan dengan alat seadanya. Namun, nakhoda Jupri alias Kempot (35) dan Wandi (39) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat mencoba bertahan memegang tali tongkang.
Saat ini, identitas empat nelayan Indramayu hilang yang masih dicari adalah Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50). Hingga Senin siang, tim gabungan masih berjuang melawan ombak tinggi dan angin kencang yang menghambat proses evakuasi di tengah laut.
"Kondisi cuaca di tengah laut angin kencang dan ombak juga tinggi. Namun, kami akan terus berupaya memaksimalkan pencarian," tegas AKP Asep Suryana.
Pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi keberadaan kapal tongkang 3009 yang diduga terlibat dalam kecelakaan fatal ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap informasi simpang siur dan merujuk pada keterangan resmi petugas. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto