Bupati Indramayu Soroti Dugaan Oknum dalam Demo Tambak, Komunikasi Dinilai Tidak Berjalan
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyoroti minimnya komunikasi dari pihak massa aksi dalam penolakan program revitalisasi tambak di wilayahnya.
Menurut Lucky, hingga saat aksi berlangsung, tidak ada upaya komunikasi resmi yang dilakukan kepada dirinya sebagai kepala daerah, baik melalui surat maupun jalur informal.
“Kalau ada, kan sebenarnya bisa WhatsApp ke saya, misalnya surat. Dan saya tadi ngecek, ada tidak surat dari Kompi untuk Bupati? Tidak ada, Pak. Tidak ada surat yang katanya mau ketemu sama Bupati? Tidak pernah ada surat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menyebut, komunikasi seharusnya dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus melalui jalur formal yang dianggap rumit.
“Okelah kalau surat dianggap birokratis atau berbelit-belit, kan bisa WhatsApp. Pasti saya temuin,” katanya.
Lucky juga menyinggung pihak-pihak yang selama ini memiliki akses komunikasi dengannya, namun tidak pernah membahas persoalan tersebut sebelumnya.
“Saya juga heran, Kompi ini, dewan penasihatnya kalau tidak salah Pak Kiyai Juhadi. Pak Kiyai Juhadi itu berkali-kali datang ke pendopo, sering ke sini, tapi tidak pernah membahas masalah revitalisasi tambak,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap membuka ruang dialog dan telah memfasilitasi pertemuan dengan para pendemo saat aksi berlangsung.
“Lah wong tadi saja, para pendemo datang, ditemuin, diterima di gedung sebelah, didengarkan,” ucapnya.
Namun di sisi lain, Lucky menduga adanya pihak tertentu yang memanfaatkan situasi hingga aksi berujung ricuh.
“Ini menurut saya ada oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan momentum seperti ini untuk melakukan anarkis,” tegasnya.
Ia pun mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan melalui jalur komunikasi yang jelas, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kericuhan di lapangan.
Editor : Tomi Indra Priyanto