INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Memasuki pekan pertama bulan Ramadan, kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mulai menunjukkan kenaikan signifikan. Salah satu komoditas yang paling dikeluhkan oleh masyarakat dan pedagang adalah minyak goreng curah yang harganya kini merangkak naik hingga menyentuh angka Rp20.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dirasakan sangat membebani, mengingat tingginya konsumsi masyarakat selama bulan puasa. Tak hanya soal harga, ketersediaan minyak goreng subsidi pemerintah pun mulai sulit ditemukan di lapak-lapak pedagang.
Update Harga Minyak di Pasar Jatibarang Hari Ini
Agung, salah seorang pedagang di Pasar Jatibarang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sebenarnya sudah terasa sejak sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Menurutnya, harga minyak curah terus merangkak naik dari minggu ke minggu.
"Di bulan puasa ini udah tinggi sebelum puasa, 19 ribu perkilo, kalau sekarang sudah 20 ribu perkilo," ujar Agung, Senin (23/2/2026).
Terkait ketersediaan stok, Agung mengaku harus mengambil pasokan dari luar daerah seperti Cirebon untuk menjaga agar barang tetap tersedia bagi pelanggan. Ia memprediksi jika stok barang semakin sulit didapat, maka kemungkinan besar harga akan kembali naik menjelang Lebaran nanti.
Kelangkaan Minyakita di Wilayah Pasar Jatibarang
Selain minyak curah, persoalan pelik juga terjadi pada stok minyak goreng kemasan subsidi, Minyakita. Ines, pedagang lainnya di Pasar Jatibarang, menyoroti betapa sulitnya mendapatkan jatah Minyakita dari saluran resmi seperti Bulog.
Demi memenuhi permintaan pembeli, ia terpaksa mencari stok secara mandiri dari pedagang eceran di daerah lain.
"Susah Minyakita tuh, itu juga dapat dari eceran, di Cirebon. Udah lama cuman stoknya susah, perminggu paling dapat 50 (karton), susah," ungkap Ines.
Ines menambahkan bahwa selama bulan puasa ini, ia sama sekali belum mendapatkan kiriman dari Bulog. Saat ini, stok yang tersedia di lapaknya hanya tersisa minyak kemasan merek alternatif seperti SIP dan Minyak Cinta.
Harapan Pedagang Pasar Jatibarang kepada Pemerintah
Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap minyak goreng membuat para pedagang di Pasar Jatibarang berharap adanya intervensi dari pemerintah. Ines menyebutkan bahwa kebutuhan pasar sebenarnya mencapai 100 karton per minggu, namun pasokan yang datang jauh dari angka tersebut.
"Ya pengennya ada, dari patokan pemerintah, biar tiap Minggu stoknya ada terus," pungkasnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
