INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Musim mudik Lebaran dimanfaatkan oleh sebagian warga di Indramayu khususnya yang tinggal di sepanjang Jalur Pantura, untuk membuka warung dadakan atau yang dikenal dengan istilah wardak.
Warung yang dibuat secara sementara ini bertujuan membantu para pemudik mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman setelah menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Selain menjual makanan dan minuman, para pedagang juga menyediakan tempat duduk hingga tikar untuk beristirahat sambil melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Bagi para pedagang, istilah wardak sendiri merupakan usaha sampingan yang hanya muncul saat musim mudik Lebaran, karena tingginya arus kendaraan yang melintas di jalur utama tersebut.
Salah satu pedagang, Yuniah (38), warga Desa Jangga, Kecamatan Losarang, mengatakan keberadaan wardak cukup membantu para pemudik sekaligus menambah penghasilan warga selama musim mudik.
“Kalau musim mudik seperti ini lumayan ramai. Banyak pemudik yang berhenti untuk istirahat, makan atau sekadar minum kopi sebelum melanjutkan perjalanan," ucap Yuniah, Senin (16/3/2026.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Atun (40). Menurutnya, usaha wardak hanya dibuka saat musim mudik karena pada waktu tersebut jumlah pembeli meningkat drastis dibanding hari biasa.
"Alhamdulillah, kalau menjelang Lebaran banyak sekali pemudik yang mampir dan beristirahat di sini, sambil ngopi dan melepas lelah. Omzet penjualan pun naik," ujar Atun.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
