Aspirasi Menumpuk di Jatibarang Baru, Hj. Ratnawati Siap Dorong Solusi hingga ke DPR RI
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Dialog rakyat yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, langsung dipenuhi berbagai keluhan warga, mulai dari persoalan lahan koperasi hingga insentif RT yang dinilai belum ideal.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan masalah lahan pembangunan Koperasi Merah Putih yang tak kunjung selesai. Lahan desa yang tersedia berada dekat makam, sementara lahan BBWS yang dulu kosong kini sudah berubah menjadi kolam.
“Koperasi Merah Putih ini ingin membangun kantor, tapi lahannya belum ada. Mereka berharap bisa memakai lahan BBWS, tetapi kondisinya sekarang sudah tidak memungkinkan,” ujar Ratnawati, Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia mengaku sudah diminta membantu menghubungkan aspirasi tersebut.
“Mudah-mudahan aspirasi ini bisa dibawa oleh suami saya, Pak Herman Heron, yang sekarang duduk di DPR RI,” tambahnya.
Ratnawati menegaskan bahwa ia sengaja kembali ke Jatibarang Baru setelah mengetahui minimnya aspirasi daerah tersebut yang masuk pada tahun 2026.
“Saya tuh sempat ngenes. Tahun 2026 itu aspirasi saya tidak masuk ke Jatibarang. Yang masuk hanya SMK Hargolis, SMK Karangampel, dan SMK-SMA Talun. Makanya saya kembali ke sini untuk memastikan apa yang paling dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.
Dalam dialog tersebut, warga juga mengajukan persoalan terkait insentif RT serta perhatian terhadap guru madrasah. Menurut Ratnawati, fokus anggaran provinsi saat ini tengah diarahkan pada pembangunan infrastruktur.
“Kang Dedi Mulyadi sedang menyetop dulu bantuan hibah keagamaan. Fokus kami sekarang ke jalan, irigasi, kesehatan, dan pendidikan. Banyak sekolah sedang dibangun tahun ini dan tahun depan,” jelasnya.
Terkait tindak lanjut, Ratnawati memastikan seluruh catatan aspirasi akan dibawa ke DPRD Provinsi Jawa Barat untuk dibahas bersama komisi-komisi terkait.
“Laporan ini pasti kami bawa. Saya di Komisi 3, dan ada banyak teman di komisi pemerintahan, sosial, pendidikan. Kami juga punya rapat fraksi rutin, jadi masalah seperti ini bisa kami dorong bersama,” ungkapnya.
Ratnawati juga menegaskan masih memiliki satu jalur tambahan untuk memperkuat perjuangan aspirasi masyarakat.
“Kalau hibah provinsi tidak bisa, saya masih bisa colek suami saya di DPR RI,” pungkasnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto