Kisah Rohyanto, Mantan Buruh Bangunan yang Kini Bersiap Naik Haji Berkat Usaha Tempe
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Di sebuah rumah sederhana di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, uap panas mengepul dari kuali besar berisi rendaman kedelai. Di tengah kepulan itu, Rohyanto (50) tampak sibuk memantau produksi tempe yang menjadi nafas hidupnya selama tiga dekade terakhir. Garis-garis di wajahnya menyimpan cerita tentang kerasnya aspal jalanan dan dinginnya rantau orang.
Pria asal Batang ini masih ingat betul memori tahun 1992, saat ia pertama kali menginjakkan kaki di Indramayu. Di usia yang baru 13 tahun, ia harus melupakan seragam SMA demi membantu pamannya.
"Mau lanjut ke SMA, orang tua bilang tidak ada biaya. Akhirnya saya dibawa paman ke sini," kenang Rohyanto, Kamis, 1 Januari 2026.
Cita-citanya menjadi tentara harus ia simpan rapat-rapat, berganti dengan rutinitas mencuci kedelai sebelum fajar menyingsing.
Perjalanan Rohyanto adalah tentang jatuh dan bangun yang ekstrem. Ia pernah merasakan getirnya ditipu agen TKI hingga harus dideportasi dari Brunei karena masalah visa. Namun, momen paling menyesakkan dada adalah ketika usahanya bangkrut dan ia terpaksa menjadi kuli batu di Cilegon.
Editor : Tomi Indra Priyanto