get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Indramayu 26 Februari 2026, Lengkap dengan Doanya

Bank Sampah Indramayu Sulap Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomis

Selasa, 24 Februari 2026 | 22:01 WIB
header img
Sejumlah ibu rumah tangga saat sedang mengolah minyak bekas atau jelantah agar bernilai ekonomis. (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kesadaran akan pengelolaan limbah rumah tangga mulai tumbuh di tengah masyarakat Indramayu, salah satunya melalui pemanfaatan minyak jelantah. Limbah dapur yang kerap dibuang sembarangan ini ternyata menyimpan potensi ekonomi sekaligus berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Minyak jelantah yang dibuang langsung ke tanah atau saluran air dapat menimbulkan dampak serius. Kandungan zat sisa pada minyak bekas pakai berisiko merusak struktur tanah serta mematikan mikroorganisme yang berperan menjaga kesuburan lingkungan. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mengajak masyarakat mengelola minyak jelantah secara lebih bijak.

Pemkab Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau warga agar tidak lagi membuang minyak bekas sembarangan, melainkan mengumpulkannya dan menyetorkan ke bank sampah. Program ini dinilai mampu menjadi solusi ganda, yakni mengurangi pencemaran sekaligus menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.

DLH Indramayu menegaskan bahwa pengelolaan minyak jelantah merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sebab, limbah rumah tangga memiliki potensi jika dikelola dengan benar dan berkelanjutan

“Kami berharap masyarakat makin sadar bahwa limbah rumah tangga bisa dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat,” ujar Intan, salah satu staf DLH Indramayu belum lama ini.

Di tingkat masyarakat, upaya tersebut telah dijalankan oleh sejumlah bank sampah. Salah satunya Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang yang aktif menerima setoran minyak jelantah dari warga. Setiap bulannya, bank sampah ini mampu mengumpulkan rata-rata 63 kilogram minyak jelantah dengan nilai jual sekitar Rp4.000 per kilogram. Sistem tabungan diterapkan bagi para nasabah, di mana saldo dapat dicairkan setelah enam bulan atau ketika telah mencapai Rp50.000.

Tak hanya dari rumah tangga, Bank Sampah Rumah Hijau juga bekerja sama dengan pelaku usaha kuliner seperti pedagang kaki lima dan kedai makanan. Pengambilan minyak jelantah dari mitra usaha biasanya dilakukan dalam jumlah besar, rata-rata lebih dari 20 kilogram setiap penjemputan, dengan jadwal yang menyesuaikan ketersediaan stok.

Upaya serupa juga dilakukan oleh Bank Sampah Jembangan Jaya di Kecamatan Lemahabang. Bank sampah ini mencatat penerimaan minyak jelantah dari warga berkisar antara 10 hingga 15 liter setiap bulan. Harga yang ditawarkan sebesar Rp3.000 per 600 mililiter atau setara satu botol air mineral. Setoran dilakukan langsung oleh nasabah ke lokasi bank sampah, umumnya pada akhir bulan.

Melalui pengelolaan minyak jelantah yang terorganisir, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi dari limbah rumah tangga yang selama ini terabaikan.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut