Sampah Menggunung di Jalan Antar Kecamatan Indramayu, Armada DLH Tak Sebanding
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Pemandangan kontras tersaji di sepanjang ruas Jalan Terisi-Cikedung, Kabupaten Indramayu. Di satu sisi, hamparan sawah membentang luas, namun di sisi lain, gunungan limbah domestik meluber hingga memakan bahu jalan. Kondisi ini menjadi potret nyata betapa peliknya persoalan sampah di Indramayu yang hingga kini belum menemukan solusi permanen.
Tumpukan plastik, sisa rumah tangga, hingga limbah kain tampak menggunung di balik tembok biru yang sudah tak mampu lagi membendung volume sampah. Aroma busuk yang menyengat pun menjadi "hadiah" yang harus diterima setiap pengendara yang melintas.
Bagi warga sekitar, situasi ini bukan sekadar merusak estetika, melainkan sudah mengganggu kualitas hidup. Darmanto (48), seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja, mengeluhkan lambatnya proses pengangkutan.
"Setiap lewat sini harus tutup hidung rapat-rapat. Kalau hujan, air lindi dari tumpukan sampah ini mengalir ke jalan, bikin licin dan baunya makin parah. Kami merasa masalah sampah di Indramayu ini seperti tidak ada ujungnya, padahal ini akses jalan utama antar kecamatan," keluh Darmanto, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa tumpukan tersebut seringkali dibiarkan berhari-hari hingga meluber.
"Lalat banyak sekali, kalau angin kencang sampahnya terbang ke jalan. Kami khawatir anak-anak kena penyakit kalau lingkungannya begini terus," imbuhnya.
Kondisi di lapangan ini berbanding lurus dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki pemerintah. Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Endi Wahyadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki 56 unit truk pengangkut sampah yang aktif.
Angka tersebut harus dibagi ke enam UPTD Kebersihan, yakni Indramayu, Karangampel, Jatibarang, Losarang, Kandanghaur, dan Hargeulis. Dengan total 309 desa dan 8 kelurahan, rasio ini jelas tidak ideal. Secara kasar, satu truk harus melayani hampir enam desa sekaligus.
"Armada truk ada 56 unit. Tapi sayangnya masih kurang, jumlah desa kan 309 desa dan 8 kelurahan," ujar Endi Wahyadi, Senin, 24 November 2025 lalu.
Ketimpangan rasio inilah yang membuat distribusi layanan sampah di Indramayu sering tersendat di tingkat bawah.
Editor : Tomi Indra Priyanto