get app
inews
Aa Text
Read Next : Curi Motor di Parkiran RS, Dua Warga Karangampel Indramayu Dibekuk Polisi

Banjir Indramayu Disorot, Kasat Pol PP Kritik Keras Pengembang Perumahan

Rabu, 28 Januari 2026 | 08:54 WIB
header img
Kasat Pol PP Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Ningrat, Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Masalah kronis banjir di Indramayu kini menyoroti tanggung jawab para pengembang pemukiman atau developer. Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, melontarkan kritik tajam kepada para pelaku usaha properti yang dinilai abai terhadap sistem drainase jangka panjang di wilayah yang mereka bangun, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut Teguh, bencana yang terjadi tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada faktor cuaca. Ia melihat ada andil kesalahan teknis pada site plan perumahan yang tidak memikirkan aliran pembuangan air secara matang, sehingga merugikan masyarakat luas saat hujan ekstrem melanda.

Sentilan Keras untuk Pengembang: Bukan Sekadar Bisnis

Dalam tinjauannya di lokasi terdampak, Teguh mengingatkan para pengembang agar memiliki nurani dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, bukan hanya fokus pada penjualan unit. Ia mendesak adanya evaluasi total terhadap fasilitas pembuangan air, seperti penyediaan embung yang memadai.

"Para pengembang, para developer harusnya juga bertanggung jawab, lebih pedulilah. Bukan hanya business as business saja begitu kan, akan tetapi turut bertanggung jawab site plan-nya seperti apa," tegas Teguh Budiarso.

Ia juga memperingatkan bahwa ketersediaan lahan terbuka yang selama ini menyerap air akan segera hilang seiring pesatnya pembangunan.

"Indramayu selama ini mungkin masih aman-aman saja yang di belakang karena masih ada empang, masih ada sawah. Tapi sebentar lagi perumahan ini berkembang di mana-mana, tidak ada kita satu apa yang tersentral pembuang pembuangan air ini tidak ada," tambahnya.

Sampah dan Sinergi Masyarakat

Selain menyoroti pihak swasta, Teguh juga menyinggung soal perilaku masyarakat terkait pengelolaan limbah domestik. Produksi sampah harian di Indramayu yang sangat tinggi menjadi salah satu faktor utama tersumbatnya saluran drainase.

Teguh menekankan bahwa penyelesaian masalah banjir di Indramayu memerlukan kesadaran kolektif, tidak bisa hanya dibebankan kepada pundak pemerintah daerah semata.

"Sampah-sampah sangat luar biasa sekali kalau kita lihat produksi sampahnya sehari di Indramayu berapa gitu. Tidak usah hanya mengandalkan daripada Pemerintah Daerah, tapi memang harus kesadaran daripada masyarakat sendiri," jelas Teguh.

Seruan Kolaborasi untuk Fasilitas Publik

Sebagai penutup, Kasat Pol PP mengajak para pengusaha properti untuk kembali hadir dan peduli terhadap pemeliharaan fasilitas di lingkup perumahan yang telah mereka bangun. Ia tidak ingin para pengembang lepas tangan setelah proses transaksi selesai, sementara warga harus menanggung risiko banjir setiap tahun.

"Harapan kami ya yuk bareng-bareng para pengembang di sini juga masih turut bertanggung jawab terhadap semua fasilitas yang ada di lingkup perumahan yang memang dibuat oleh teman-teman sekalian," pungkasnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut