Tradisi Lintas Generasi: Vihara Tertua di Jatibarang Tetap Khidmat Sambut Imlek
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Suasana khidmat menyelimuti persiapan Imlek di Vihara Budhi Asih Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Para pengurus mulai sibuk melaksanakan ritual tahunan berupa pembersihan patung-patung dewa atau Kim Sin sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki tahun baru.
Ritual ini dilakukan setelah diyakini para dewa naik ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia.
"Biasa tiap tahun kita bersih-bersih patung-patung gitu. Sekarang dewa sudah ke atas (langit), jadi kita bersihkan. Setelah bersih, kita masukkan lagi ke masing-masing rumahnya," ujar Ketua Vihara Budhi Asih, Sujanto, Kamis (12/2/2026).
Di balik gemerlap lampion dan lilin merah yang mulai terpasang, ada cerita haru mengenai eksistensi pengurus Imlek di Vihara Budhi Asih Jatibarang. Sujanto mengungkapkan bahwa jumlah pengurus Klenteng tertua di Jatibarang ini terus berkurang karena faktor usia.
"Pengurusnya sih enggak begitu banyak di sini. Tahun kemarin sudah tiga orang yang meninggal, jadi berkurang lagi. Makanya nanti ke depannya itu ya mudah-mudahan ada penggantinya," ungkap Sujanto.
Meski jumlah pengurus lokal menyusut, daya tarik vihara ini tetap kuat bagi para perantau. Tercatat sekitar 30 jemaat diprediksi akan hadir, yang mayoritas merupakan pendatang dari Kalimantan yang memiliki usaha di wilayah Indramayu.
Vihara ini memiliki 14 patung dewa yang dibersihkan secara teliti, dengan Dewi Kwan Im sebagai tuan rumah atau dewa utama. Sujanto menegaskan tidak ada yang berbeda secara teknis dalam perayaan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama tetap pada kekhusyukan sembahyang serta pemasangan ornamen khas seperti lilin dan lampion.
Terkait harapan di tahun baru, Sujanto menekankan doa untuk kemakmuran bersama.
"Temanya ya buat kesejahteraan umat semua lah ya. Pemakmuran, kesejahteraan, dan sehat selalu," pungkasnya saat menjelaskan esensi perayaan Imlek di Vihara Budhi Asih Jatibarang. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto