Geliat Ekonomi Ramadan, Omzet Pedagang di Pasar Caplek Dermayu Naik hingga 80 Persen
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Geliat perekonomian di pasar tradisional mulai terasa sejak hari kedua Ramadan 1447 Hijriah. Salah satunya terlihat di Pasar Caplek, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Pasar yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Indramayu ini menjadi alternatif utama warga untuk memenuhi kebutuhan pokok, terutama lauk-pauk dan sayur mayur. Setiap memasuki bulan suci Ramadan, Pasar Caplek selalu dipadati pembeli yang berburu bahan makanan untuk persiapan berbuka puasa.
Beragam kebutuhan tersedia di pasar ini, mulai dari sayur mayur segar, aneka jenis ikan, lauk-pauk, hingga berbagai kue takjil khas Ramadan. Aktivitas jual beli berlangsung setiap hari sejak pagi hingga menjelang siang.
Salah satu pedagang sayur mayur, Al, mengaku omzet penjualannya meningkat drastis sejak awal Ramadan. Bahkan, kenaikannya mencapai hingga 80 persen dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah, hari pertama Ramadan pembeli sudah banyak yang datang. Mereka mencari kebutuhan pokok yang bisa dimasak untuk berbuka puasa nanti,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, lonjakan pembeli saat Ramadan merupakan fenomena tahunan yang selalu terjadi. Selain kebutuhan rumah tangga yang meningkat, banyak warga ingin menyajikan menu istimewa untuk keluarga saat berbuka puasa.
Tidak hanya pedagang sayur, penjual kue tradisional juga turut merasakan dampak positif Ramadan. Berbagai kue khas bulan suci dijajakan di Pasar Caplek, dan menariknya, sebagian pedagang kue tersebut hanya berjualan khusus selama Ramadan.
Sementara itu, Ririn, warga Desa Dermayu, mengaku senang berbelanja kebutuhan berbuka di Pasar Caplek. Selain lokasinya dekat dari rumah, pilihan barang yang tersedia dinilai lengkap.
“Saya sudah biasa belanja di Pasar Caplek. Tidak hanya dekat dengan rumah, di sini juga semua kebutuhan untuk berbuka puasa ada, dari sayur sampai kue buat takjil. Pokoknya nyaman banget belanja di sini,” tuturnya.
Geliat ekonomi yang terjadi di Pasar Caplek menjadi bukti bahwa Ramadan tidak hanya membawa suasana religius, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil di pasar tradisional. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto