get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Pengantin Pesanan di Indramayu Masuk Ranah Hukum, SBMI Ungkap Dugaan TPPO

Sembunyi di Tumpukan Genteng Samping Rumah Warga, Dua Ular Cobra Berhasil Dievakuasi Petugas Damkar

Kamis, 28 Mei 2026 | 17:21 WIB
header img
Petugas Regu II Mako Damkar sedang menangkap dua ekor ular cobra di Indramayu yang bersembunyi di tumpukan genteng warga Lohbener, Kamis (28/5/2026). (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Teror satwa liar berbisa mematikan kembali mengejutkan masyarakat di kawasan pemukiman padat penduduk pada waktu istirahat malam. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu mengevakuasi dua ekor ular cobra di Indramayu yang ditemukan warga di tumpukan genteng samping rumah di Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kamis (28/5/2026) dini hari. Penemuan reptil agresif ini sempat memicu kepanikan pemilik rumah sebelum akhirnya bantuan tim penyelamat tiba di lokasi.

Evakuasi yang menegangkan tersebut dilaksanakan secara taktis oleh personil yang tergabung dalam Regu II Mako Damkar Indramayu. Petugas bergerak cepat menuju lokasi kejadian usai menerima laporan darurat dari seorang warga setempat bernama Rudi Wahyono sekira pukul 02.45 WIB.

Kepala Bidang Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi setelah menerima laporan adanya ular berbisa di area permukiman warga.

“Kami menerima laporan adanya dua ekor ular cobra di tumpukan genteng samping rumah warga di Desa Lohbener,” ujar Jajat Wibisono.

Kehadiran hewan reptil dengan nama ilmiah Naja sp. ini menjadi perhatian serius pihak otoritas keselamatan. Menurut analisis Jajat, keberadaan spesies ular cobra di Indramayu tersebut dinilai cukup membahayakan keselamatan jiwa karena posisinya berada sangat dekat dengan ruang aktivitas harian dan lingkungan rumah warga sekitar.

“Karena ular berada di area permukiman, petugas langsung melakukan penanganan cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. 

Proses pemindahan satwa berbahaya itu dilakukan oleh tujuh personel Damkar yang telah terlatih dengan menggunakan peralatan penyelamatan khusus berupa tongkat penjepit dan kantong kain tebal. Petugas melakukan pencarian dan penangkapan ular secara hati-hati serta penuh perhitungan mengingat jenis ular tersebut memiliki semburan bisa beracun yang sangat berbahaya bagi mata manusia.

Medan yang sempit di antara sela-sela genteng sempat menjadi tantangan tersendiri bagi para personel di lapangan. Jajat mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar 40 menit dan kedua ular bertubuh legam itu berhasil diamankan sepenuhnya tanpa adanya korban luka maupun korban jiwa.

“Alhamdulillah dua ekor ular cobra berhasil dievakuasi dalam keadaan aman dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujarnya.

Pasca-penangkapan tersebut, ia juga mengeluarkan imbauan kepada segenap lapisan masyarakat agar tetap waspada dan rajin membersihkan pekarangan rumah, terutama saat musim tertentu yang membuat ular kerap keluar dari sarangnya untuk mencari tempat lembap hingga masuk ke area permukiman.

“Kalau menemukan hewan berbahaya seperti ular berbisa, warga sebaiknya tidak mencoba menangkap sendiri dan segera melapor ke petugas,” kata Jajat.

Dalam kegiatan operasi penyelamatan tersebut, sejumlah petugas handal yang terlibat di antaranya Yayat Agung Suyatno, Akhmad Yani, Ade Riski Purdianto, Andri M. Dirgantara, Nurita, Dodi Nurhalim, dan Fathul Labib. Selama proses evakuasi berlangsung dari awal hingga selesai, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut