Soroti Kasus TPPO, PMII Indramayu Minta Nadia Segera Dipulangkan ke Indonesia
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Roda organisasi kepemudaan berbasis kemahasiswaan di wilayah Pantura Jawa Barat resmi berganti nakhoda demi menyongsong dinamika pembangunan daerah yang lebih inklusif. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Indramayu secara resmi melaksanakan Resepsi Pelantikan Kepengurusan baru bertempat di Aula Hotel Prima Indramayu, Minggu (31/5/2026). Mengusung tema besar Being More PMII Indramayu Menuju Masa Depan Kabupaten Indramayu, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat gerakan kaderisasi, konsolidasi internal organisasi, serta penegasan kontribusi nyata para aktivis terhadap pembangunan daerah.
Acara yang dihadiri ratusan kader tersebut berlangsung khidmat. Ketua Cabang PC PMII Indramayu, Ahmad Fikri, dalam sambutan perdananya pasca-disumpah menegaskan bahwa momentum pelantikan pengurus baru tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurut pandangannya, pelantikan merupakan titik awal penguatan gerakan ideologis organisasi yang melibatkan seluruh elemen pergerakan di Bumi Wiralodra.
"Momentum pelantikan bukan hanya seremonial belaka, melainkan sebagai ajang konsolidasi antar kepengurusan, kader, anggota, dan alumni PMII se-Indramayu. Melalui kebersamaan ini, PMII harus semakin solid dalam menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kabupaten Indramayu," tegas Ahmad Fikri.
Dalam kesempatan yang sama, ketua wadah gerakan perempuan pergerakan, yakni Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang PMII Indramayu, Raudlatul Maula, naik ke podium untuk menyoroti berbagai persoalan pelik seputar kaum perempuan dan kesetaraan gender yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kabupaten Indramayu. Ia secara khusus menaruh perhatian merah pada maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih mengancam keselamatan perempuan-perempuan produktif asal Indramayu.
Secara berani, Raudlatul Maula menyenggol salah satu kasus kemanusiaan yang hingga kini belum mendapatkan formula penyelesaian optimal dari dinas terkait, yakni kasus penipuan yang menimpa Nadia (21 tahun), warga Kecamatan Lobener, Kabupaten Indramayu. Berdasarkan laporan terkini, korban sampai saat ini dilaporkan masih tertahan dalam kondisi tidak berdaya di Provinsi Anhui, Tiongkok. KOPRI Pengurus Cabang PMII Indramayu mendesak pemerintah pusat maupun daerah beserta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret demi memastikan keselamatan fisik serta mempercepat proses pemulangan penempatan ilegal Nadia ke tanah air.
"KOPRI PMII Indramayu akan terus mengawal isu-isu perempuan dan gender, khususnya persoalan TPPO yang masih menjadi ancaman serius. Kami mendesak pemerintah dan seluruh instansi terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam memulangkan Nadia ke pelukan keluarganya di Indonesia," ujar Raudlatul Maula.
Di sisi lain, perwakilan dari jajaran senior, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Indramayu, Asep Maulana, memberikan wejangan mengenai pentingnya penguatan kapasitas intelektual kader sebagai fondasi utama keberlanjutan organisasi ke depan. Menurutnya, wadah pergerakan harus terus hadir sebagai organisasi kader yang responsif terhadap dinamika sosial, tidak gagap teknologi, dan mampu mengawal berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah.
"Penguatan kader PMII se-Kabupaten Indramayu harus menjadi prioritas bersama. Kader PMII harus terus meningkatkan kapasitas diri dan tetap konsisten mengawal berbagai isu daerah demi terwujudnya Indramayu yang lebih maju dan berkeadilan," ungkap Asep Maulana.
Melalui kemeriahan resepsi pelantikan ini, jajaran pengurus baru Pengurus Cabang PMII Indramayu kembali menegaskan komitmennya untuk terus memosisikan diri sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah, memperkuat simpul kaderisasi di kampus-kampus, serta mengawal hak-hak sosial masyarakat menuju masa depan Kabupaten Indramayu yang lebih sejahtera.
Editor : Tomi Indra Priyanto