get app
inews
Aa Text
Read Next : DPRD Indramayu Optimistis BIMJ Mulai Sumbang PAD Tahun Depan

Harga Pertamax Naik, Pasokan Stok Pertalite di Indramayu Malah Terhambat Akibat Nomor SO Terblokir

Kamis, 11 Juni 2026 | 10:55 WIB
header img
Antrean kendaraan di SPBU saat pasokan stok Pertalite di Indramayu terhambat bersamaan dengan momentum kenaikan harga Pertamax, Kamis (11/6/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Tekanan ekonomi yang dihadapi para pengendara kendaraan bermotor di wilayah jalur pantura tampaknya kian bertambah menyusul adanya perubahan kebijakan tarif energi nasional. Di saat masyarakat dikejutkan dengan lonjakan harga bahan bakar non-subsidi, kendala operasional justru terjadi pada jalur pendistribusian varian bahan bakar yang paling banyak dikonsumsi warga miskin.

Distribusi pasokan stok Pertalite di Indramayu mengalami keterlambatan pada Kamis (11/6/2026) akibat adanya gangguan teknis pada sistem administrasi digital internal milik operator penyedia energi. Kondisi tersebut dipicu karena nomor Sales Order (SO) pengiriman BBM dari pihak Pertamina mendadak terblokir.

Situasi penundaan ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan konsumen yang mulai memadati area dispenser pengisian sejak pagi hari. Pengawas SPBU, Prasetyo, mengatakan secara umum stok Pertalite di SPBU tempatnya bekerja sebenarnya masih dalam kondisi aman. Namun keterlambatan pengiriman membuat pasokan baru belum masuk hingga siang hari.

“Kalau untuk hari ini sebenarnya aman-aman saja, cuma kendalanya pengiriman belum sampai ke SPBU kami,” ujar Prasetyo saat ditemui di lokasi operasional SPBU.

Ia menjelaskan, keterlambatan itu terjadi karena nomor SO pengiriman Pertalite di SPBU tersebut mendadak terblokir dari sistem database pusat sehingga proses muat armada tangki di depo pengisian menjadi terkendala.

“Karena SO di SPBU kami terblokir. Saya juga sudah konfirmasi ke pihak SBM Pertamina, katanya hari ini tetap akan dikirim,” ungkapnya.

Menurut Prasetyo, berdasarkan jadwal manifest resmi yang berlaku selama ini, biasanya pengiriman BBM di SPBU tersebut berlangsung rutin setiap hari sekira pukul 03.00 WIB hingga paling lambat pukul 07.00 WIB. Namun khusus untuk hari ini, pengiriman pasokan baru belum juga tiba di lokasi hingga menjelang siang hari dan membuat antrean kendaraan sedikit mengular.

“Biasanya lancar dan tepat waktu. Baru kali ini sampai siang belum datang,” ucapnya.

Pihak manajemen lapangan hingga kini masih terus melakukan koordinasi intensif dengan pusat untuk mencari tahu penyebab utama terkuncinya data pesanan tersebut. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab nomor SO pengiriman Pertalite tersebut bisa terblokir secara mendadak dari sistem pusat. Pihak SPBU juga telah melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama checker dan pihak SPN Pertamina terkait kendala teknis itu.

“Saya kurang tahu kenapa bisa terblokir. Tadi saya konfirmasi ke checker dan SPN, katanya nomor SO pengiriman Pertalite kami memang terblokir,” jelasnya.

Prasetyo menambahkan, keterlambatan pengiriman logistik kali ini hanya terjadi pada BBM jenis Pertalite yang menjadi tumpuan utama masyarakat bawah. Sementara untuk jenis BBM nonsubsidi lainnya dipastikan masih berjalan normal tanpa hambatan.

“Yang terdampak hanya Pertalite saja,” katanya.

Selain memaparkan kendala teknis mengenai hambatan stok Pertalite di Indramayu, ia juga membenarkan adanya kebijakan penyesuaian regulasi nilai jual untuk bahan bakar jenis umum beroktan tinggi (RON 92) yang membuat kantong para pemilik kendaraan pribadi kian kempes. Kenaikan harga Pertamax dirasakan sangat signifikan jika dibandingkan dengan patokan harga pada hari sebelumnya.

“Kalau Pertamax sebelumnya Rp12.300, sekarang jadi Rp16.250 per liter,” pungkasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut