INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Masih banyak masyarakat di Kabupaten Indramayu yang keliru menganggap bahwa anggaran makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya bernilai Rp15.000 per porsi. Kekeliruan ini sering memicu perbandingan menu antar sekolah di media sosial.
Ketua Korwil MBG Kabupaten Indramayu, Ayu Nabila Shintiya, menjelaskan bahwa berdasarkan Juknis SK Nomor 401.1 Tahun 2025, besaran anggaran untuk bahan baku makanan dibagi berdasarkan jenjang pendidikan.
Rincian Anggaran Bahan Baku MBG
Ayu memaparkan bahwa anggaran tiap porsi yang tersaji di piring siswa tidaklah sama. Berikut adalah pembagiannya:
- TK/PAUD/SD Kelas 1-3: Rp8.000 per porsi.
- SD Kelas 4-6/SMP/SMA: Rp10.000 per porsi.
"Masih banyak kekeliruan terkait anggapan Rp15.000 ini. Anggaran Rp5.000 sisanya adalah untuk operasional dapur, seperti listrik, honor relawan, hingga insentif SPPG. Jadi untuk makanannya sendiri tidak sampai Rp15.000," jelas Ayu Nabila, Selasa (24/2/2026).
Mengapa Menu Tiap Siswa Berbeda?
Perbedaan anggaran inilah yang menyebabkan variasi menu di lapangan. Sebagai contoh, siswa SMP mendapatkan tambahan susu namun tidak mendapatkan kacang-kacangan, sementara siswa kelas bawah mendapatkan menu yang disesuaikan dengan anggaran Rp8.000.
Selain itu, terdapat perbedaan mekanisme untuk program 3B (Balita, Ibu Menyusui, dan Ibu Hamil).
"Untuk 3B itu diberlakukan sistem rapel tiga hari yang diberikan pada hari Senin. Sedangkan untuk anak sekolah, distribusinya dilakukan setiap hari sehingga tidak ada rapelan," tuturnya.
Melalui penjelasan ini, Ayu berharap masyarakat tidak lagi salah paham dalam menilai porsi makanan yang diterima siswa. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih menggunakan skema keuangan tersebut untuk memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai jenjang usia masing-masing. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
