Ia menegaskan bahwa aspek harga, porsi, dan teknis pengiriman dalam program MBG telah diatur dengan jelas. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak keliru dalam memahami perbedaan yang terlihat di lapangan.
Selain itu, Kasan juga menekankan pentingnya kualitas bahan olahan makanan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.
“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.
Ia turut mengingatkan para pengelola dapur agar menggunakan bahan makanan segar serta tidak mencari keuntungan dari anggaran yang telah ditetapkan.
“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insyaallah ada keberkahan,” ujarnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
