Selain mencatat jumlah terbanyak, Indramayu juga menjadi daerah pemberangkatan kloter perdana. Biasanya jemaah asal Indramayu masuk dalam kloter lima hingga kloter sepuluh, namun tahun ini diberangkatkan pada gelombang pertama.
"Meski menjadi kloter awal, seluruh persiapan dipastikan berjalan lancar. Administrasi, dokumen perjalanan, hingga proses imigrasi seluruh jamaah telah selesai tanpa kendala," ucap Effendy.
Pelayanan jemaah tahun ini juga semakin mudah. Jika sebelumnya kartu nusuk baru dibagikan saat jemaah tiba di Arab Saudi, kini pembagian dan aktivasi dilakukan langsung di daerah asal.
Selain itu, jemaah juga menerima gelang identitas, paspor, perlengkapan kesehatan, alat pelindung diri, hingga pemeriksaan barang bawaan sebelum keberangkatan.
"Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke Tanah Air dengan selamat. Dengan lonjakan kuota dan kesiapan layanan yang lebih baik, musim haji tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Indramayu," pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
