BMKG: Angin Kencang di Indramayu Masih Normal pada Musim Kemarau

Wahyu Topami
Angin kencang di Indramayu berhembus ke sejumlah ruas jalan terutama area persawahan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id Angin kencang Indramayu yang terjadi hampir setiap malam dalam beberapa waktu terakhir masih tergolong normal pada musim kemarau. Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kertajati, Muhammad Syifa'ul Fuad Alhamidi, yang menjelaskan bahwa kondisi tersebut lazim terjadi di wilayah Ciayumajakuning hingga akhir tahun.

Menurut Fuad, hasil pengamatan BMKG menunjukkan kecepatan angin maksimum pada malam sebelumnya mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam. Pengukuran tersebut diperoleh dari tiga titik pengamatan yang dimiliki BMKG.

"Kecepatan angin maksimum tadi malam di tiga titik pengamatan yang kami miliki tercatat sebesar 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam. Sementara selama Juli 2026, kecepatan angin maksimum yang tercatat mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam," kata Fuad, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, kondisi angin kencang Indramayu bukan merupakan fenomena yang tidak biasa. Selama musim kemarau, wilayah Ciayumajakuning memang kerap mengalami peningkatan kecepatan angin yang dapat berlangsung hingga penghujung tahun.

"Untuk wilayah Ciayumajakuning sendiri, kondisi angin kencang ini biasa terjadi pada musim kemarau hingga akhir tahun. Kecepatan angin maksimum bahkan dapat mencapai 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih," ujarnya.

Fuad mengatakan, meningkatnya kecepatan angin dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan. Selain itu, pada musim kemarau arah angin berasal dari belahan bumi selatan yang memiliki karakteristik kering dan dingin.

"Tingginya kecepatan angin ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan. Selain itu, angin pada musim kemarau berasal dari belahan bumi selatan yang sifatnya cenderung kering dan dingin," jelasnya.

Selain faktor atmosfer, kondisi geografis juga memengaruhi karakter angin di wilayah Ciayumajakuning. Menurut Fuad, kawasan yang berada di sebelah utara Gunung Ciremai memiliki pola aliran angin yang khas saat musim kemarau.

"Lebih spesifik lagi, wilayah Ciayumajakuning berada di sebelah utara Gunung Ciremai. Pada musim kemarau, angin akan bergerak menuruni lereng gunung menuju wilayah Majalengka dengan membawa karakter angin yang panas, kering, dan berkecepatan tinggi. Kondisi ini biasa dikenal masyarakat sebagai angin kumbang," ungkapnya.

Meski kondisi tersebut masih tergolong normal, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan, nelayan, maupun warga yang beraktivitas di sekitar pohon besar, baliho, dan bangunan yang berpotensi terdampak terpaan angin diminta lebih berhati-hati.

Imbauan itu disampaikan agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi risiko yang mungkin muncul ketika kecepatan angin meningkat. Dengan kewaspadaan bersama, aktivitas masyarakat di musim kemarau diharapkan tetap berlangsung aman.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network