Normalisasi Embung Sanca, Petani Indramayu Optimistis Produksi Tebu Meningkat

Dindin Ahmad S
Aliran air kembali menghidupi lahan tebu di kawasan Sanca–Cikawung. Petani optimistis hasil panen akan meningkat setelah Embung Sanca dinormalisasi. (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Upaya pemerintah pusat memperkuat ketahanan pangan mulai dirasakan hingga ke tingkat desa. Di Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum telah menyelesaikan normalisasi Embung Sanca sebagai penunjang Program Strategis Nasional (PSN) Perluasan Areal Tebu Sanca–Cikawung.

Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan lahan tebu seluas 1.056 hektare. Bagi para petani, ketersediaan air yang memadai merupakan faktor utama agar tanaman tebu dapat tumbuh optimal sepanjang tahun.

Infrastruktur Air Penopang PSN Tebu

Embung Sanca selama ini berfungsi sebagai penampung air hujan sekaligus sumber irigasi bagi lahan pertanian di Desa Sanca dan sekitarnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kapasitas embung menurun akibat sedimentasi serta kerusakan pada sejumlah saluran irigasi.

Melalui BBWS Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum melakukan pengerukan sedimentasi, perbaikan tanggul, serta penataan saluran pembawa guna memastikan pasokan air irigasi tetap tersedia, terutama saat musim kemarau.

Normalisasi embung ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional melalui pengembangan kawasan tebu Sanca–Cikawung yang memiliki potensi lahan mencapai 1.056 hektare.

"Ini bukti keseriusan pemerintah. Kalau embungnya beres, airnya lancar, petani baru bisa tenang menanam tebu dalam skala luas," ujar salah seorang pendamping lapangan BBWS Citarum saat meninjau lokasi.

Petani Optimistis Produksi Tebu Meningkat

Ketua Kelompok Tani Wana Bhakti Lestari II Desa Sanca, Karwita Diwangsa, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas terealisasinya normalisasi Embung Sanca.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, yang telah merealisasikan usulan petani untuk normalisasi Embung Sanca. Selama ini kami sering kekurangan air saat musim kemarau. Dengan embung yang sudah dinormalisasi, kami yakin produksi tebu akan meningkat dan lahan seluas 1.056 hektare di kawasan Sanca–Cikawung bisa digarap secara maksimal," katanya, Sabtu (25/7/2026).

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Tani Alam Lestari Desa Cikawung, Unang Herman, mengatakan bahwa selama ini petani harus bergiliran menggunakan air sehingga produktivitas lahan belum optimal.

"Kalau air cukup, pemupukan dan perawatan tebu bisa dilakukan tepat waktu. Kami optimistis produktivitas meningkat, sementara biaya produksi juga dapat ditekan karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Wanasari Desa Cikawung, Iswaya, menilai normalisasi Embung Sanca memberikan kepastian bagi para petani dalam mengembangkan usaha tani tebu.

"Petani membutuhkan kepastian ketersediaan air. Dengan embung yang berfungsi baik, kami optimistis semakin banyak petani, termasuk generasi muda, yang tertarik kembali menanam tebu karena prospeknya semakin jelas," ucapnya.

Ketiga ketua kelompok tani tersebut sepakat bahwa keberadaan infrastruktur air menjadi fondasi utama keberhasilan Program Strategis Nasional Perluasan Areal Tebu. Tanpa dukungan pasokan air yang memadai, pengembangan lahan tebu dinilai sulit mencapai hasil yang optimal. 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network