get app
inews
Aa Text
Read Next : Jarak dan Akses Jadi Kendala, Anggota DPRD Jabar Soroti Kebijakan Masuk Sekolah Lebih Pagi

Budiman Sudjatmiko: Indramayu Termiskin di Jabar tapi Kaya Sumber Daya Alam

Senin, 21 Juli 2025 | 18:51 WIB
header img
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko, saat berkunjung ke Indramayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Meski dikenal sebagai lumbung padi dan penghasil garam terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu justru menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (Taskin RI), Budiman Sudjatmiko, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (21/7/2025).

“Indramayu mengalami paradoks kemiskinan. Padahal daerah ini sangat kaya akan sumber daya alam,” ujar Budiman.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat Balongan berharap bisa turut serta dalam proses pemberdayaan ekonomi dan pembangunan energi, sehingga dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

Budiman menegaskan, keberadaan perusahaan baik milik negara maupun swasta harus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Keberadaan perusahaan, baik itu swasta maupun BUMN, harus berdampak sosial bagi masyarakat sekitar. Itu arahan dari Bapak Presiden. Ekonomi lokal harus tumbuh seiring dengan aktivitas industri,” katanya.

Menurut Budiman, kondisi kemiskinan di Indramayu mencerminkan ketimpangan nyata. Ia menyebut fenomena ini sebagai Paradoks Indramayu, merujuk pada istilah Paradoks Indonesia yang pernah ditulis Prabowo dalam bukunya.

“Pak Prabowo pernah menulis tentang Indonesia yang kaya namun masyarakatnya banyak yang miskin. Saya kira, di sini kita temukan Paradoks Indramayu. Indramayu sebagai penyumbang pangan utama, tapi masyarakatnya masih banyak yang hidup miskin,” jelas Budiman.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah pusat melalui Taskin akan menjadikan Indramayu sebagai bagian dari aglomerasi penanganan kemiskinan lintas wilayah bersama sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kita ingin Indramayu masuk dalam jaringan aglomerasi yang sudah dibangun bersama Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Brebes di Jawa Tengah,” ujarnya.

Saat ini, Taskin tengah memetakan peta kemiskinan di wilayah-wilayah tersebut. Integrasi sektor pangan, infrastruktur, digitalisasi, dan energi baru terbarukan menjadi prioritas agar program pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif.

“Pemetaan sedang dilakukan untuk mengintegrasikan sektor-sektor strategis. Kami ingin pendekatan pengentasan kemiskinan lebih sistemik,” tambahnya.

Budiman juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan investor melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Model ini diharapkan dapat mendorong industrialisasi pertanian berbasis inovasi teknologi yang berpihak pada rakyat.

“Kita ingin mengaktivasi pertanian berbasis industri, bukan hanya pertanian konvensional,” pungkasnya. (*) 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut