get app
inews
Aa Text
Read Next : Dilirik Banyak Daerah Jelang Porprov 2026, Pesilat Dunia Fiqi Abdilah Tetap Bela Indramayu

Desa Malang Semirang Bentuk Pos Ketahanan Pangan, Warga Rentan Dapat Bantuan Gratis

Kamis, 15 Januari 2026 | 07:03 WIB
header img
Lumbung pangan Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Pemerintah Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membentuk Pos Ketahanan Pangan atau Lumbung Pangan Desa sebagai upaya memastikan tidak ada warga yang mengalami kelaparan, stunting, maupun kekurangan pangan.

Program ini menyasar kelompok rentan seperti fakir miskin, lansia, janda dan duda, serta anak yatim. Seluruh bantuan pangan yang disalurkan diberikan secara gratis.

Kepala Desa Malang Semirang, Rusmono Syafi’i, mengatakan gagasan pembentukan pos ketahanan pangan terinspirasi dari pemikiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang menekankan pentingnya ketahanan pangan di tingkat desa.

“Jangan sampai ada warga desa yang tidak bisa makan. Karena itu kami siapkan lumbung pangan yang berisi beras, sembako, obat-obatan, hingga makanan kaleng seperti sarden,” ujar Rusmono, Rabu, 14 Januari 2026.

Pos ketahanan pangan ini juga dilengkapi pos pengaduan warga, sehingga masyarakat dapat melapor apabila mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, tersedia peralatan pendukung untuk antisipasi bencana alam yang bisa dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Program ketahanan pangan desa ini didanai dari Dana Desa sebesar 30 persen pada tahun anggaran 2025. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai sektor produktif, salah satunya budidaya jamur.

“Hasil keuntungan dari budidaya jamur kami masukkan kembali ke lumbung pangan dan untuk pengembangan usaha,” jelasnya.

Selain budidaya jamur, ketahanan pangan desa juga dikembangkan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Meski demikian, produksi jamur saat ini baru mencapai sekitar 40 persen dari target satu kuintal per hari. Pemerintah desa optimistis, jika target tersebut tercapai, ketahanan pangan desa akan semakin kuat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah desa juga menjalin kerja sama permodalan dengan warga. Masyarakat yang ingin membudidayakan jamur difasilitasi modal usaha yang dikembalikan dalam bentuk hasil panen.

“Harapan kami, Desa Malang Semirang ke depan menjadi desa yang tidak ada warganya kekurangan pangan, tidak stunting, dan tidak kelaparan. Kami berpikir bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut