Razia Pelajar di Indramayu: Terungkap Praktik Judi Online dan Video Porno dalam Ponsel Siswa
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu membongkar praktik kenakalan remaja yang mengkhawatirkan di jantung kota. Dalam sebuah operasi rutin, Satpol PP Indramayu amankan pelajar sebanyak 20 orang yang tengah berkumpul di area tersembunyi, tepatnya di bawah kolong Jembatan Cimanuk, saat waktu Magrib tiba.
Operasi ini bukan sekadar penertiban biasa, melainkan upaya preventif guna menekan angka kriminalitas jalanan seperti tawuran dan geng motor yang kian meresahkan masyarakat Indramayu.
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, mengungkapkan kekecewaannya setelah memeriksa barang bawaan para siswa tersebut. Selain kedapatan sedang merokok, bermain kartu, dan mengonsumsi minuman keras, petugas menemukan fakta digital yang mencengangkan dari ponsel mereka.
"Yang kami sesalkan sekali di sini, beberapa HP ada 11 HP yang kami amankan. Ternyata rata-rata mereka main judi online, kemudian lihat video-video porno dan lain sebagainya," ungkap Teguh Budiarso, Senin, 26 Januari 2026.
Temuan ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap generasi muda tidak hanya datang dari fisik seperti geng motor, tetapi juga serangan mental melalui platform digital yang merusak moral.
Dari hasil pendataan, ke-20 siswa tersebut berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Indramayu. Guna memberikan efek jera, Satpol PP Indramayu amankan pelajar tersebut dan langsung memanggil pihak otoritas sekolah serta wali murid ke markas komando.
"Kami serahkan langsung kepada pihak sekolah, ada yang dari kepala sekolahnya, ada dari kesiswaannya, bahkan ada dari orang tua siswa itu sendiri," jelas Teguh.
Langkah ini diambil agar proses pembinaan tidak berhenti di kantor polisi pamong praja saja, melainkan berlanjut di lingkungan keluarga dan institusi pendidikan.
Teguh Budiarso menekankan bahwa urusan mendidik anak bangsa adalah tanggung jawab kolektif. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak abai terhadap pergaulan remaja saat ini, terutama di jam-jam rawan.
"Harapan kami adalah yuk kita sama-sama jaga, baik orang tua juga pihak sekolah, bahwa ini menjadi tanggung jawab kita. Kita mempersiapkan generasi yang akan datang itu harus lebih baik daripada kita saatini," tegasnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto