get app
inews
Aa Text
Read Next : POSI Science Competition 2026, Siswa MTsN 2 Indramayu Ukir Prestasi Gemilang

PMI Asal Indramayu Terlantar dan Sakit Usai Pulang dari Malaysia, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Minggu, 01 Februari 2026 | 07:04 WIB
header img
Maryam (60), mantan PMI asal Indramayu alami stroke usai bekerja di luar negeri, dan kini butuh perhatian dari pemerintah. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Maryam (60), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu dan pernah bekerja di Malaysia, saat ini tengah berada dalam kondisi memprihatinkan setelah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Pekandangan dalam keadaan sakit stroke

Meskipun telah mendapatkan perawatan darurat dari sukarelawan, status keberlanjutan hidup dan penanganan medis jangka panjangnya masih belum mendapatkan kepastian dari pihak terkait.

Menurut salah satu relawan, Lina, mengatakan bahwa Maryam sebelumnya ditemukan terlantar di Malaysia sebagai pekerja migran ilegal tanpa dokumen resmi maupun pemberi kerja.

"Atas dasar kemanusiaan, seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia mengurus seluruh proses kepulangan dan biaya tebusan di KBRI agar Ibu Maryam dapat kembali ke Tanah Air," ucap Lina, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurut Lina, setibanya di bandara, Maryam diantarkan kepada satu-satunya kerabat yang tersisa, yakni kakaknya di BTN Lama Asrama Haji.

"Namun, kondisi sang kakak yang sudah sepuh dan mengalami kesulitan ekonomi membuat perawatan Ibu Maryam menjadi tidak memungkinkan," terang Lina

Kondisi Kesehatan yang Memburuk

Saat pertama kali tiba, Maryam dalam kondisi menderita stroke namun tanpa luka fisik. 

"Setelah satu bulan berada di kediaman kerabatnya yang terbatas secara ekonomi, kondisinya memburuk drastis. Ia ditemukan dengan luka infeksi parah di beberapa bagian tubuh hingga mengeluarkan aroma tidak sedap," jelas Lina.

Beruntung, aksi cepat sukarelawan dan bantuan tim medis (bidan desa) berhasil memberikan penanganan luka sehingga kondisi kesehatannya kini mulai membaik.

Maryam kini tinggal sementara di rumah Ketua RT setempat dan dikategorikan hidup sebatang kara, karena minimnya dukungan keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial.

"Kami mengetuk pintu hati pemerintah daerah, instansi terkait, maupun dermawan untuk memberikan atensi khusus terkait penanganan medis berkelanjutan untuk penyakit stroke dan pemulihan luka infeksi," ucapnya.

Menurut Lisa, Maryam butuh kepastian tempat tinggal atau panti sosial yang layak bagi lansia sebatang kara, serta bantuan logistik dan kebutuhan dasar sehari-hari.

Lina pun melakukan hal tersebut tidak sendirian, namun ada tim dari Jabar Bergerak yang peduli dengan kondisi Maryam.

"Intinya Ibu Maryam ini sebatang kara. Kami sudah menghubungi berbagai pihak mulai dari desa hingga Dinsos, namun hingga detik ini belum mendapatkan jalan keluar yang jelas," pungkasnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut