get app
inews
Aa Text
Read Next : Nyawa Taruhannya! DKPP Indramayu Larang Keras Penggunaan Setrum Listrik untuk Basmi Tikus

Pojok Dermayu dan Referensi Kelabu, Inovasi Literasi DPA Indramayu di 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:33 WIB
header img
Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pelestarian Bahan Pustaka (P3BP) Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA), Kabupaten Indramayu, Rizka Novitasari, Senin, 2 Februari 2026. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu mencatat adanya penurunan angka kunjungan pemustaka pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, DPA menyiapkan sejumlah strategi baru di 2026 untuk kembali meningkatkan minat baca Indramayu.

Berdasarkan data resmi, jumlah kunjungan pada tahun 2024 mencapai 41.931 orang. Namun, pada tahun 2025 angka tersebut terkoreksi menjadi 39.478 orang. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 2.453 pengunjung atau sekitar 5,85 persen.

Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pelestarian Bahan Pustaka (P3BP) DPA Indramayu, Rizka Novitasari, menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem di akhir tahun dan masa transisi pejabat menjadi salah satu pemicu turunnya grafik kunjungan.

"Penurunannya tidak sampai 10 persen, masih di angka 5,85 persen. Salah satu faktornya adalah curah hujan tinggi di akhir tahun yang membuat pengunjung sepi," ujar Rizka saat ditemui di kantornya, Senin, 2 Februari 2026.

Inovasi 2026: Dari Jemput Bola hingga "Referensi Kelabu"

Untuk mendongkrak kembali angka kunjungan di tahun 2026, Rizka menegaskan pihaknya akan mengubah pola pelayanan. Salah satu terobosan utamanya, yaitu program jemput bola ke sekolah-sekolah.

"Sekarang kita tidak lagi menunggu sekolah bersurat untuk berkunjung. Kita yang bersurat ke sekolah-sekolah untuk menjadwalkan kunjungan edukasi secara langsung," jelasnya.

Selain itu, DPA Indramayu akan meluncurkan layanan Referensi Kelabu. Layanan ini dikhususkan bagi mahasiswa dan peneliti yang membutuhkan referensi karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis, dan laporan akhir. DPA telah menjalin kolaborasi dengan Universitas Wiralodra (Unwir) untuk memenuhi koleksi ini.

"Selama ini koleksi karya ilmiah mahasiswa belum masuk ke kita. Dengan adanya Referensi Kelabu, mahasiswa punya alasan kuat untuk menjadikan perpustakaan sebagai rujukan utama riset mereka," tambah Rizka.

Optimalisasi Konten dan Koleksi Lokal

Meskipun menghadapi efisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan jam operasional hingga pukul 18.00 WIB, DPA tetap aktif mempromosikan layanan melalui media sosial. Kolaborasi dengan penulis lokal juga terus dilakukan untuk mempopulerkan Pojok Dermayu.

"Kami baru saja membuat konten bersama penulis lokal untuk menarik minat baca. Di Pojok Dermayu, pengunjung bisa menemukan koleksi budaya Indramayu yang sangat lengkap, ini sangat diminati mahasiswa," tuturnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, DPA Indramayu optimis angka kunjungan di tahun 2026 akan kembali naik. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat "penitipan anak" saat libur sekolah, tetapi menjadi pusat literasi dan riset yang membanggakan bagi warga Indramayu. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut