get app
inews
Aa Text
Read Next : Pojok Dermayu dan Referensi Kelabu, Inovasi Literasi DPA Indramayu di 2026

Nyawa Taruhannya! DKPP Indramayu Larang Keras Penggunaan Setrum Listrik untuk Basmi Tikus

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:39 WIB
header img
Kabid Tanaman Pangan DKPP Indramayu, Puryanto. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

Ketakutan pada Hama Sempat Tunda Masa Tanam

Fenomena unik terjadi di lapangan. Puryanto mengamati bahwa ketakutan petani terhadap keganasan hama tikus jauh lebih besar daripada ketakutan kehilangan sumber air. Hal ini bahkan sempat memicu penundaan masa tanam di beberapa wilayah lumbung padi.

"Kemarin di Cikawung banyak lahan sudah basah tapi petani tidak mau persemaian karena takut hama tikus. Solusinya bukan setrum, tapi kita harus tingkatkan lagi kegotongroyongan lewat aksi gropyokan untuk mengoperasi tikus secara massal," jelasnya.

Gropyokan: Solusi Aman dan "Guyub Rukun"

Dibandingkan menggunakan metode yang membahayakan nyawa, DKPP mendorong masyarakat tani untuk menghidupkan kembali kearifan lokal berupa budaya gropyokan. Metode berburu tikus secara massal ini dinilai jauh lebih efektif secara jangka panjang dan mempererat solidaritas antarpetani.

Puryanto berharap para kelompok tani bisa kembali bersatu dan mengedepankan prinsip keselamatan dalam menjaga aset pertanian mereka.

"Intinya kita harus menumbuhkembangkan kembali budaya gropyokan ini agar petani nyaman melaksanakan pola tanam tanpa harus mengabaikan keselamatan," tutup Puryanto. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut