get app
inews
Aa Text
Read Next : Imbas Embung Pertamina Kering, Petani Balongan Mengaku Rugi

Pasokan Air Bersih Macet, Warga Indramayu Gunakan Air Galon

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:20 WIB
header img
Perumdam Tirta Darma Ayu menyalurkan air bersih kepada warga di kecamatan Indramayu imbas pasokan air bersih yang macet.

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id - Krisis air bersih melanda sebagian wilayah di Kabupaten Indramayu, menyusul terhentinya distribusi layanan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu selama dua hari terakhir. Gangguan pelayanan ini memicu keresahan warga yang kini harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan air harian mereka.

Sejak akhir pekan, keluhan masyarakat terus bermunculan di berbagai lini masa. Ketidaktersediaan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah penduduk memaksa warga melakukan langkah darurat, mulai dari mencari sumber air alternatif hingga harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon demi keperluan mandi.

Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Terhentinya aliran air PDAM selama 48 jam menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. Banyak keluarga yang terpaksa menunda pekerjaan rumah tangga seperti mencuci pakaian dan peralatan dapur karena keterbatasan stok air bersih yang tersedia.

Bagi warga yang tidak memiliki sumur bor atau sumber air tanah yang layak, kondisi ini menjadi beban ekonomi tambahan yang cukup signifikan. Membeli air galon untuk kebutuhan mandi, yang seharusnya digunakan untuk konsumsi air minum, menjadi cerminan betapa mendesaknya situasi yang mereka hadapi di lapangan saat ini. "Terpaksa beli air gallon karena air tidak ngucur,"ungkap candri, 39 warga perumahan bumi dermayu indah desa tambak pada selasa (11/8/2026).

Hal senada juga diungkapkan oleh Indra Susanto, warga perumahan graha alana. Ia terpaksa membeli air galon sejak hari minggu 9 Agustus 2026.

"Kalau pun airnya ngucur juga kecil dan kotor,jadi terpaksa beli air galon" kata dia.
Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, menjelaskan, posisi pengambilan air baku di Indramayu berada di bagian hilir Sungai Cimanuk.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air di Indramayu sangat bergantung pada debit air yang mengalir dari wilayah hulu.

“Posisi Indramayu berada di bagian hilir atau paling ujung. Jadi, air yang sampai ke Indramayu merupakan aliran yang sudah melewati daerah-daerah di bagian hulu. Ketika debit air menurun, wilayah hilir tentu menjadi yang paling terdampak,” jelas Nurpan.

Ia mengungkapkan, terganggunya pasokan air baku disebabkan mengeringnya dua sarana pengambilan air utama, yakni Intake Plumbon dan Intake Bojong.

“Kami sampaikan bahwa ada pengeringan air di dua intake. Yang pertama adalah Intake Plumbon, yang kedua Intake Bojong,” ungkapnya.

Sebagai langkah darurat, Perumdam Tirta Darma Ayu kemudian mengalihkan pengambilan air baku ke Intake 200 di Desa Lobener Kecamatan Jatibarang. 

“Kami memohon maaf atas kelangkaan air ini. Saat ini kami mengambil opsi lain dengan mengambil air baku dari Intake 200 di Desa Lobener,” jelas Nurpan.
 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut