Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 12.800 Hektare Sawah di Indramayu Terdampak Kekeringan
Advertisement . Scroll to see content

Minim Akses ke Sawah, Petani di Indramayu Gotong Royong Bangun Jembatan

Minggu, 20 September 2026 | 16:38 WIB
  • author Wahyu Topami
Minim Akses ke Sawah, Petani di Indramayu Gotong Royong Bangun Jembatan
Petani Indramayu gotong royong membangun Jembatan Cilalanang secara swadaya, Minggu (20/9/2026). (Foto: Istimewa).

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id  - Petani Indramayu di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, bergotong royong membangun Jembatan Cilalanang secara swadaya. Jembatan tersebut menjadi akses penting menuju lahan persawahan warga di kawasan Alas (hutan) Cikoneng.

 

Pembangunan dilakukan secara mandiri karena jembatan lama kerap mengalami kerusakan saat debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut membuat mobilitas petani menuju lahan persawahan terganggu, terutama ketika musim hujan.

 

Jembatan Cilalanang yang dibangun memiliki panjang kurang lebih 20 meter dengan lebar kurang lebih 1 meter. Sarana penyeberangan itu menjadi jalur penting bagi para penggarap lahan dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.

 

Sebelumnya, konstruksi jembatan lama sering mengalami kerusakan parah. Bahkan, jembatan tersebut dapat hanyut ketika arus sungai meningkat saat musim hujan.

Kerusakan jembatan berdampak langsung terhadap aktivitas para petani. Selain menghambat akses menuju sawah, kondisi itu juga menyulitkan warga saat mengangkut pupuk dan mendistribusikan hasil panen.

 

Situasi yang berulang tersebut mendorong para petani mengambil inisiatif. Mereka kemudian mengumpulkan dana secara sukarela untuk membangun kembali jembatan dengan konstruksi semi permanen.

 

Ketua Pembangunan Jembatan Cilalanang, Ridan, mengatakan pembangunan tersebut berangkat dari kebutuhan para penggarap lahan di kawasan Alas Cikoneng.

“Pembangunan jembatan ini didasari karena jembatan sering hanyut saat musim hujan atau ketika sungai meluap. Oleh karena itu, para petani secara sukarela membangun kembali jembatan semi permanen ini dengan anggaran yang berasal dari swadaya para petani,” ujar Ridan, Minggu (20/9/2026).

 

Pembangunan dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan para petani. Mereka bergotong royong agar akses menuju lahan pertanian dapat kembali digunakan dengan lebih baik. Jembatan dengan lebar kurang lebih 1 meter itu diharapkan mampu memberikan akses yang lebih mudah bagi warga. Terutama bagi petani yang harus melewati jalur tersebut untuk menuju lahan dan membawa kebutuhan pertanian.

 

Ridan berharap jembatan yang dibangun secara swadaya tersebut dapat bertahan lebih lama. Terutama ketika debit air sungai meningkat dan luapan air kembali terjadi.

“Kami berharap keberadaan jembatan ini bisa mempermudah akses warga ke lokasi pertanian, sehingga aktivitas mengangkut hasil panen tidak lagi terganggu saat musim hujan,” pungkas Ridan.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut