Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Desa Malang Semirang Bentuk Pos Ketahanan Pangan, Warga Rentan Dapat Bantuan Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Ketahanan Pangan di Indramayu, Tanam Jagung Ditargetkan Panen 5 Ton per Hektare

Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB
  • author Wahyu Topami
Jaga Ketahanan Pangan di Indramayu, Tanam Jagung Ditargetkan Panen 5 Ton per Hektare
Penanaman Jagung Indramayu kembali digerakkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Foto: Wahyu/InewsIndramayu

INDRAMAYU, InewsIndramayu, – Penanaman Jagung Indramayu kembali digerakkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Rabu (16/9/2026).

 

Penanaman jagung itu melibatkan jajaran kepolisian, kelompok tani, dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penanaman jagung serentak kuartal III 2026 di wilayah Jawa Barat.

 

Total luas lahan dalam kegiatan serentak tersebut mencapai 134 hektare. Sementara itu, lahan yang disiapkan sebagai pusat kegiatan di Desa Mekarwaru mencapai 34 hektare.

 

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap program pemerintah. Program itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan.

 

“Hari ini kita melaksanakan penanaman jagung serentak di wilayah Jawa Barat. Luasnya mencapai 134 hektare dan kegiatan dipusatkan di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar,” kata Fadly.

 

Menurut Fadly, Indramayu memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu, penanaman jagung melibatkan kelompok tani dan masyarakat.

 

“Kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan kita dalam menindaklanjuti program pemerintah terkait ketahanan pangan. Kita melihat potensi yang besar, termasuk di wilayah Indramayu, sehingga kita mengajak semuanya untuk berkolaborasi mendukung program Bapak Presiden, terutama terkait penanaman jagung,” ujarnya.

 

Penanaman jagung tersebut memiliki target produksi yang telah ditentukan. Fadly mengatakan jagung ditargetkan dapat dipanen sekitar tiga hingga empat bulan.

 

Produksi yang diharapkan mencapai minimal 5 ton jagung per hektare. Target tersebut menjadi salah satu ukuran hasil dari program penanaman yang dilakukan.

 

“Targetnya sekitar tiga sampai empat bulan ke depan. Minimal kita menargetkan lima ton per hektare,” ungkapnya.

 

Jagung yang ditanam dalam program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Komoditas itu bukan ditujukan untuk konsumsi langsung masyarakat.

 

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, program tersebut menggunakan sejumlah varietas bibit. Di antaranya ialah Singa Sakti dan Singa Perkasa.

 

Kebutuhan pupuk juga disiapkan melalui pihak yang terlibat dalam program. Persiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap proses penanaman jagung.

 

“Bibitnya ada beberapa jenis, di antaranya Singa Sakti dan Singa Perkasa. Untuk pupuknya juga disiapkan melalui Pak Cokro,” kata Fadly.

 

Dalam pelaksanaannya, kelompok tani tetap menjadi bagian penting dari kegiatan di lapangan. Kepolisian berperan sebagai fasilitator untuk mendukung kebutuhan program.

 

“Penanaman ini melibatkan kelompok tani. Kita berusaha mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menggerakkan program pemerintah ini,” ujarnya.

 

Fadly menjelaskan kepolisian membantu menyiapkan sejumlah kebutuhan program. Dukungan itu mencakup pupuk, lahan, dan bibit.

 

“Nantinya tugas Pak Kapolres bersama jajaran di lapangan adalah mengajak seluruh masyarakat. Kita sebagai fasilitator menyiapkan kebutuhan pupuk, lahan yang bisa dipinjamkan, bibit, dan memastikan semuanya terlaksana dengan baik,” tutur Fadly.

 

Di lokasi pusat kegiatan, sekitar 20 hektare dari total 34 hektare lahan telah dikerjakan. Proses penanaman tersebut melibatkan kolaborasi antara kepolisian, kelompok tani, dan masyarakat.

 

Fadly berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman. Hasil panen diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan mendukung kebutuhan jagung untuk pakan ternak.

 

“Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut