Insiden di Toko Kelontong Indramayu, Polisi Amankan Pelaku dan Senjata Tajam
INDRAMAYU, InewsIndramayu.id — Polisi mengamankan terduga pelaku dan satu senjata tajam atau sajam setelah insiden yang melibatkan penjaga warung atau toko kelontong dan warga di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu (23/9/2026). Pascakejadian, Kepolisian Resor (Polres) Indramayu memastikan situasi keamanan di Desa Rambatan Wetan dan Rambatan Kulon tetap kondusif.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pihak serta sejumlah saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi dan rangkaian kejadian tersebut.
Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo Parlindungan, mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung di Satreskrim Polres Indramayu.
“Untuk kronologisnya sementara masih dalam pemeriksaan di Satreskrim Polres Indramayu,” ujar AKBP Prianggo.
Ia mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak. Selain itu, sejumlah saksi yang mengetahui kejadian juga ikut diperiksa.
“Betul ada informasi satu orang korban luka namun masih didalami oleh Satreskrim Polres Indramayu. Untuk kedua belah pihak sedang dilakukan pemeriksaan beserta saksi-saksi,” katanya.
Menurut Prianggo, perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada awak media. Penyampaian tersebut dilakukan setelah proses pemeriksaan dan pendalaman selesai.
“Untuk perkembangan lebih lanjut tentunya akan kami sampaikan ke rekan-rekan sekalian,” ujarnya.
Terkait pihak yang diamankan, Kapolres membenarkan bahwa polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
“Sudah ada, sudah ada yang kita lakukan pemeriksaan,” kata Prianggo.
Prianggo menegaskan, polisi masih mendalami status masing-masing pihak. Penentuan siapa yang menjadi terduga pelaku maupun korban akan didasarkan pada hasil pemeriksaan dan alat bukti.
“Untuk bagaimana tahapannya nanti, siapa terduga pelaku dan korban siapa nanti akan kita sampaikan lebih lanjut berdasarkan pemeriksaan yang objektif dan disertai dengan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti yang ada,” ujarnya.
Dalam penanganan perkara tersebut, polisi juga mengamankan satu senjata tajam. Benda tersebut ditemukan di lokasi kejadian di Kecamatan Sindang.
“Sajam tadi diamankan satu buah sajam yang ada di lokasi di Kecamatan Sindang,” kata Prianggo.
Meski demikian, Prianggo belum menjelaskan secara rinci jenis maupun keterkaitan senjata tajam tersebut dengan peristiwa yang sedang diselidiki. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.
Prianggo juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Rambatan Wetan dan Rambatan Kulon, agar tidak terprovokasi. Warga diminta ikut menjaga situasi tetap aman.
“Untuk yang jelas kami imbau ke seluruh warga baik di Desa Rambatan Wetan maupun Rambatan Kulon agar mendinginkan suasana,” ujarnya.
Menurut Prianggo, kondisi wilayah tersebut hingga malam hari telah berjalan aman dan kondusif.
“Untuk situasi sampai dengan malam hari ini, baik di Desa Rambatan Wetan dan Rambatan Kulon, situasi sudah kondusif,” kata Prianggo.
Polres Indramayu bersama pemerintah desa, TNI, pemerintah kecamatan, dan tokoh agama juga melakukan upaya pendinginan suasana atau cooling system. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah persoalan lanjutan setelah insiden antara penjaga warung dan warga tersebut.
“Ke depan tentunya dengan bantuan dari Bapak Kuwu, pemerintah daerah desa setempat, kemudian Bapak Danramil dan tokoh agama Pak Kyai dari Ketua MUI, tentunya kita akan sinergis untuk mendinginkan suasana dan situasi yang ada,” ujarnya.
Prianggo berharap situasi kondusif yang telah tercipta dapat terus dipertahankan. Ia juga berharap tidak terjadi kembali hal-hal yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.
“Alhamdulillah sekali lagi sampai dengan malam hari ini semua sudah berjalan dengan aman. Semoga ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Prianggo.
Editor: Tomi Indra Priyanto