Anak Muda Indramayu Makin Enggan Jadi Petani, Padahal Regenerasi Itu Penting
INDRAMAYU, InewsIndramayu.id - Persoalan regenerasi petani menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati,M.KKK Ia menilai sektor pertanian di Indramayu menghadapi tantangan serius karena generasi muda mulai enggan meneruskan pekerjaan orang tuanya sebagai petani
Menurut Ratnawati, persoalan regenerasi perlu dipetakan sejak tingkat desa. Salah satunya dengan mengetahui jumlah petani, luas lahan yang digarap, hingga kelompok usia petani.
“Barangkali Bapak juga perlu survei, berapa jumlah petani yang ada di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana. Berapa dari sekian petani dengan sekian hektare sawah, usia petaninya itu berapa?” kata Ratnawati, Kamis (13/8).
Ia menilai data tersebut penting untuk mengetahui apakah sektor pertanian masih memiliki generasi penerus.
“Ada enggak regenerasi? Karena saat ini anaknya rata-rata enggak mau lagi jadi petani,” ujarnya.
Ratnawati mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indramayu. Menurutnya, sebagian anak muda justru memilih bekerja ke luar negeri karena pekerjaan di sektor pertanian dianggap kurang menarik.
Ia mencontohkan anak-anak muda yang bekerja di Jepang, Korea, Taiwan hingga Australia. Sebagian di antaranya bekerja di sektor pertanian, seperti memetik buah.
“Di kita barangkali Bapak juga perlu survei. Ada enggak regenerasi? Karena kan saat ini anaknya rata-rata enggak mau lagi jadi petani,” katanya.
Ratnawati menilai cara pandang terhadap profesi petani perlu diubah. Menurutnya, menjadi petani tidak semestinya dianggap sebagai pekerjaan yang rendah.
Ia juga menceritakan pengalamannya melihat seorang petani asal Madura yang bekerja di Jepang. Petani tersebut mendapatkan lahan dari pemerintah setempat dan mengelolanya dengan teknologi pertanian.
“Di sana ada satu orang petani dari Madura. Dikasih lahannya oleh pemerintah, dia kerjakan sendiri sampai hektare dengan alat yang canggih tentunya,” tutur Ratnawati.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bahwa sektor pertanian bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan apabila dikelola dengan serius, didukung teknologi dan memiliki akses terhadap lahan.
Karena itu, Ratnawati mendorong agar regenerasi petani menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan pertanian di Indramayu dan Jawa Barat.
Editor : Tomi Indra Priyanto