get app
inews
Aa Text
Read Next : Mentan: Terima Kasih atas Capaian Spektakuler 4 Juta Ton Cadangan Beras

Bulog dan Satgas Pangan Monitoring Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadhan

Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:04 WIB
header img
Satgas pangan saat monitoring harga dan stok bahan pokok di lapangan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Perum Bulog bersama Satgas Pangan melakukan monitoring harga dan stok bahan pokok di lapangan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi “Sapu Bersih” yang digelar oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polri, Bulog, Disperindag, dan DKPP.

Monitoring yang dilakukan di Pasar Baru Indramayu pada Kamis, 5 Februari 2026, difokuskan pada ketersediaan serta harga minyak goreng dan beras SPHP agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Wakil Kepala Bulog Indramayu, Rendi Saktiko, menyampaikan bahwa stok minyak goreng saat ini dalam kondisi aman.

Sepanjang tahun 2026, total pasokan minyak goreng mencapai 105.000 liter, dengan realisasi penyaluran sebanyak 67.000 liter. Saat ini, sekitar 40.000 liter masih tersimpan di gudang Bulog.

“Untuk Ramadan sementara aman. Menjelang Idulfitri nanti juga akan ada tambahan pasokan dari pabrik distributor,” ujarnya.

Sementara itu, stok beras SPHP juga dipastikan sangat aman dengan ketersediaan yang masih penuh di gudang-gudang Bulog.

Penyaluran beras SPHP pada Februari 2026 tetap berjalan dengan harga sesuai HET, yakni Rp12.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Dalam pengawasan harga, Bulog berkolaborasi dengan Polres Indramayu, DKPP, dan Disperindag guna memastikan pedagang tidak menjual di atas HET.

Pedagang yang melanggar akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga penindakan sesuai ketentuan hukum.

Rendi menjelaskan, harga minyak goreng dari Bulog ke pedagang sebesar Rp14.500 per liter, sehingga masih terdapat margin keuntungan yang wajar tanpa perlu menaikkan harga di atas HET.

Untuk beras SPHP, harga jual dari Bulog ke agen sebesar Rp11.000 per kilogram dan dijual ke konsumen seharga Rp12.500 per kilogram, yang dinilai masih menguntungkan bagi pedagang.

Meski demikian, Bulog mengakui bahwa kenaikan harga di pasaran kerap dipicu oleh perilaku sebagian pedagang yang ikut menaikkan harga saat harga pasar sedang naik, meskipun harga dari Bulog sendiri tetap stabil.

“Karena itu, kami rutin melakukan monitoring bersama Satgas Pangan. Setiap hari ada pencatatan dari tim Bulog, Polres, DKPP, dan Disperindag untuk memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan,” katanya.

Sementara itu, anggota Satgas Saber Pelanggaran Pangan Polres Indramayu, Aipda F. Yudha, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bertindak tegas apabila ditemukan pedagang yang menjual beras maupun minyak goreng di atas HET.

“Sudah disampaikan bahwa tahap awal dilakukan peneguran, mulai dari teguran pertama hingga kedua. Apabila pedagang masih tidak mematuhi, akan diberikan rekomendasi pencabutan izin sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Monitoring rutin ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik selama Ramadan hingga Idulfitri.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut