3 Takjil Khas Indramayu yang Selalu Diburu saat Ramadan
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Suasana sore hari di Indramayu selama bulan Ramadan selalu terasa lebih hidup. Menjelang azan Magrib, warga mulai memadati kawasan jalan utama, dari area Sport Center hingga Pasar Bangkir, untuk berburu takjil favorit. Deretan pedagang kaki lima menyajikan aneka makanan dan minuman manis yang menggoda selera.
Bagi Anda yang sedang menentukan pilihan menu berbuka, berikut tiga takjil khas Indramayu yang hampir selalu hadir di meja makan saat Ramadan.
Tak lengkap rasanya berbuka puasa di Indramayu tanpa menikmati Es Cuwing. Minuman tradisional ini menjadi favorit banyak orang karena kesegarannya yang khas.
Cuwing sendiri sekilas mirip cincau, namun teksturnya lebih lembut dan kenyal. Penyajiannya sederhana namun menggugah selera: potongan cuwing disiram santan gurih, lalu ditambahkan gula merah cair yang kental dan harum. Es serut yang melimpah di atasnya memberikan sensasi dingin yang langsung menyegarkan tenggorokan setelah seharian berpuasa di tengah panasnya cuaca Pantura.
Jika ingin mencicipi Es Cuwing yang terkenal, Anda bisa mencarinya di sekitar kawasan Kuliner Cimanuk. Biasanya, menjelang Magrib, lapak-lapak penjualnya sudah ramai dipadati pembeli.
Bagi yang lebih menyukai takjil bertekstur lembut dan hangat di perut, Bubur Sumsum menjadi pilihan tepat. Hidangan ini dikenal ramah di lambung, sehingga cocok untuk mengawali proses makan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Bubur sumsum khas Indramayu memiliki cita rasa gurih dari santan yang berpadu dengan manisnya gula aren cair atau yang biasa disebut kinca. Aroma gula aren yang khas menambah kenikmatan setiap suapan.
Beberapa pedagang di Pasar Mambo bahkan menambahkan biji salak atau mutiara untuk memberikan variasi tekstur. Perpaduan lembut, manis, dan gurih ini menjadikan bubur sumsum sebagai salah satu takjil yang tak pernah kehilangan penggemar.
Jika Anda ingin takjil yang sedikit lebih mengenyangkan, Jalabiya bisa menjadi pilihan. Jajanan pasar khas ini sangat populer di berbagai sudut Indramayu selama Ramadan.
Bentuknya menyerupai donat, terbuat dari tepung ketan hitam atau putih yang digoreng hingga matang. Setelah itu, jalabiya dilapisi gula merah yang dimasak hingga mengeras atau dikenal dengan istilah besta. Lapisan luar yang renyah berpadu dengan bagian dalam yang empuk dan kenyal menciptakan sensasi rasa yang unik.
Jalabiya sangat nikmat disantap bersama secangkir teh hangat saat berbuka puasa bersama keluarga. Rasa manisnya yang khas sering kali membuat orang ingin menambah satu lagi.
Agar pengalaman berburu takjil di Indramayu semakin menyenangkan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
- Datang lebih awal, sekitar pukul 16.00 WIB, untuk menghindari antrean panjang dan risiko kehabisan menu favorit.
- Perhatikan kebersihan, pilih pedagang yang menjaga kualitas dan kebersihan makanan.
- Siapkan uang kecil, agar transaksi lebih cepat dan praktis di tengah keramaian.
Ramadan selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan di Indramayu. Dengan memilih takjil yang tepat, momen berbuka puasa pun terasa semakin istimewa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga waktu berbuka Anda hari ini penuh kenikmatan.
Editor : Tomi Indra Priyanto