get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Indramayu 1 Maret 2026, Lengkap dengan Doanya

Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu, Jejak Awal Syiar Islam di Indramayu

Minggu, 01 Maret 2026 | 14:22 WIB
header img
Bangunan Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU,iNewsIndramayu.idMasjid Pusaka Baiturrahman Dermayu, merupakan jejak penyebaran dan peninggalan agama Islam tempo dulu yang masih terus lestari hingga saat ini.

Bangunan-bangunan ini menjadi bukti awal perkembangan Islam di wilayah pesisir utara Jawa Barat sekaligus menjadi bagian penting dari warisan sejarah masyarakat Dermayu. 

Salah satunya adalah Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu yang berada di Desa Dermayu, Kecamatan Sindang. Masjid ini dikenal sebagai masjid pusaka yang diperkirakan berdiri pada awal abad ke-16.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Masjid Baiturrahmah dahulu dikenal sebagai Masjid Dermayu dan diperkirakan dibangun sekitar tahun 1527 Masehi, bertepatan dengan masa awal berdirinya Kabupaten Indramayu.

Masjid ini juga berada di kawasan bersejarah yang berkaitan dengan makam para tokoh penyebar Islam, termasuk kompleks Makam Selawe yang diyakini sebagai tempat dimakamkannya Pangeran Guru dan para muridnya.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baiturrahmah Dermayu, Fuad Khamus, menuturkan bahwa waktu pasti pembangunan masjid tidak diketahui secara presisi, bahkan oleh generasi terdahulu.

Namun berdasarkan penuturan masyarakat serta piagam lama yang pernah ada, masjid ini diperkirakan berdiri pada kisaran awal abad ke-16.

“Dalam salah satu piagam tertulis angka 1527 Masehi. Namun kami juga menyadari bahwa piagam itu merupakan buatan manusia, sehingga tetap ada kemungkinan perbedaan penafsiran soal tahun pastinya,” ujar Fuad, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejak awal berdiri hingga kini bangunan masjid telah mengalami sedikitnya lima kali renovasi. Pada mulanya masjid tidak memiliki menara, dan menara yang berdiri saat ini merupakan tambahan dari generasi berikutnya.

Meski demikian, sejumlah bagian asli bangunan masih dipertahankan, di antaranya tujuh tiang penyangga utama yang kini telah dilapisi kayu jati untuk menjaga kekuatannya.

Selain itu, bagian pengimaman yang berbentuk menyerupai gapura juga diyakini sebagai struktur lama yang masih bertahan.

“Dulu masjid ini juga belum memiliki plafon. Pemasangan plafon dilakukan kemudian melalui swadaya dan sumbangan masyarakat,” katanya.

Melalui berbagai peninggalan tersebut, sejarah syiar Islam di Indramayu bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan warisan nilai yang tetap relevan dalam membangun karakter masyarakat hingga hari ini. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut