Ketua KOMPI Sebut Target Hasil Ikan Nila 140 Ton Menghayal, Tuntut Revitalisasi Tambak Dicabut
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Suasana panas menyelimuti aksi unjuk rasa ribuan massa Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) di depan pendopo bupati, pada Kamis (30/4/2026). Dalam aksi tersebut, Ketua KOMPI, Haji Darsem, secara tegas menyuarakan penolakan keras terhadap program revitalisasi tambak Indramayu yang dinilai justru membebani para petambak lokal di kawasan Pantura.
Perlu diketahui bahwa revitalisasi tambak merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang menyasar beberapa wilayah di jalur Pantura, termasuk Kabupaten Indramayu. Program ini bertujuan meningkatkan produksi perikanan nasional melalui modernisasi tambak, namun di lapangan, kebijakan tersebut justru mendapatkan tentangan dari para petambak tradisional yang merasa ruang gerak dan ketenangannya terusik.
Haji Darsem menyatakan bahwa para petambak menginginkan kebebasan dalam mengelola lahan tanpa ada paksaan target tertentu, terutama terkait budidaya ikan nila. Menurutnya, masyarakat pesisir selama ini sudah menjalankan budidaya ikan nila secara mandiri tanpa perlu adanya campur tangan program yang dianggap merugikan posisi petambak.
"Jadi saya memohon kepada Bupati itu revitalisasi cabut aja udah. Harapannya kita ke depannya biar pembudidaya itu hidupnya biar tenang. Jangan sampai tanah kita yang ada di perhutanan itu jangan sampai diganggu terus," ujar Haji Darsem.
Editor : Tomi Indra Priyanto