Ketua KOMPI Sebut Target Hasil Ikan Nila 140 Ton Menghayal, Tuntut Revitalisasi Tambak Dicabut
Kritik pedas juga dilontarkan Haji Darsem terkait janji pemerintah mengenai hasil produksi ikan nila dari program nasional tersebut. Ia menyebut promosi yang menyatakan satu hektar lahan bisa menghasilkan 140 ton per tahun atau 70 ton per musim adalah angka yang tidak masuk akal bagi para petambak tradisional di Bumi Wiralodra.
Haji Darsem menilai klaim produksi tersebut sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta teknis yang dialami para petambak selama bertahun-tahun. Ia menganggap angka tersebut hanyalah sebuah iming-iming yang sulit untuk diwujudkan dalam kondisi riil di lapangan.
"Jangan sampai ada alasan buat budidaya ikan nila yang hasilnya 140 ton 1 hektar itu tuh dalam 1 tahun. Intinya itu tuh kalau menurut saya, menurut kita pembudidaya itu menghayal itu tuh. Menghayal karena terlalu berlebihan lah," tandasnya.
Selain menuntut pembatalan program, massa aksi juga melakukan tindakan simbolis dengan menyerahkan beberapa ekor biawak kepada pihak pemerintah daerah melalui Satpol PP. Penyerahan biawak ini menjadi penutup aksi sebelum massa membubarkan diri secara tertib pada pukul 11.20 WIB. Para petambak berharap pemerintah daerah lebih mendengarkan aspirasi nyata dari bawah terkait keberlangsungan lahan mereka.
Editor: Tomi Indra Priyanto