get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Indramayu 3 Maret 2026, Lengkap dengan Doanya

Infrastruktur Rusak Hambat Perputaran Ekonomi di Kawasan Pasar Terisi Indramayu

Selasa, 03 Maret 2026 | 12:59 WIB
header img
Kondisi infrastruktur jalan di kawasan Pasar Terisi Indramayu yang nampak rusak. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kondisi infrastruktur di kawasan ekonomi produktif kembali menjadi sorotan tajam. Jalur vital yang melintasi kawasan Pasar Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini dalam kondisi rusak parah. Kerusakan yang telah dibiarkan selama lebih dari tiga bulan ini dinilai mulai mengganggu ritme aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Jalan yang menjadi urat nadi penghubung antara wilayah Terisi, Cikedung, dan sekitarnya ini dipenuhi lubang besar yang menganga. Saat hujan mengguyur, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air yang menjebak, menciptakan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas, terutama pada malam hari.

Wajah Kecamatan yang Terkesan Terlupakan

Lokasi kerusakan jalan ini tergolong sangat strategis karena berada tepat di depan Stasiun Terisi. Selain menjadi akses utama penumpang kereta api, jalur ini merupakan pintu masuk distribusi barang dari dan menuju Pasar Terisi. Warga setempat menyayangkan kerusakan ini selalu berulang setiap tahun tanpa adanya solusi permanen dari pihak terkait.

Ludi Irianto, salah seorang karyawan di kawasan tersebut, mengungkapkan rasa prihatinnya atas kondisi jalan yang tak kunjung tersentuh perbaikan. Menurutnya, genangan air seringkali menipu mata pengendara sehingga sangat membahayakan keselamatan.

"Sudah lebih dari tiga bulan jalannya seperti ini. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Banyak pengendara hampir jatuh,” ujar Ludi, Senin (2/3/2026).

Dampak Nyata Terhadap Omzet Pedagang

Sebagai pusat perputaran uang, aksesibilitas yang buruk di Pasar Terisi berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Pembeli dari luar daerah mulai enggan berkunjung karena merasa tidak nyaman dan khawatir akan kerusakan kendaraan akibat medan jalan yang ekstrem.

Kondisi ini menciptakan efek domino yang merugikan para pelaku usaha kecil di sekitar pasar. Ludi menekankan bahwa sebagai akses utama, jalan ini seharusnya menjadi prioritas karena mencerminkan citra Kecamatan Terisi di mata pendatang.

"Ini jalan utama perputaran ekonomi warga Terisi dan Cikedung. Kalau aksesnya rusak begini, orang jadi malas ke pasar. Kami pedagang yang kena dampaknya,” katanya.

Ia juga menambahkan betapa malunya warga saat pendatang yang turun dari Stasiun Terisi harus disambut dengan pemandangan jalan yang hancur.

“Setiap orang yang turun dari stasiun langsung disambut jalan berlubang. Padahal ini wajah kecamatan. Harusnya jadi prioritas perbaikan,” ungkapnya.

Harapan Akan Perbaikan Permanen

Masyarakat di sekitar Pasar Terisi kini mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Mereka tidak lagi menginginkan perbaikan ala kadarnya atau sekadar tambal sulam yang mudah hancur kembali saat musim hujan tiba.

Warga mendambakan pengerasan jalan yang berkualitas agar mobilitas warga dan distribusi barang kembali lancar. Hingga saat ini, denyut ekonomi di Pasar Terisi masih tertahan oleh buruknya infrastruktur, menunggu kepastian kapan jalur vital ini akan kembali mulus.

“Kami tidak minta yang muluk-muluk. Minimal ada perbaikan yang benar-benar kuat, supaya tidak rusak lagi tiap musim hujan datang,” tutur Ludi.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut