Demo Warga Pesisir Indramayu Ricuh, Massa Rusak Fasilitas Umum dan Walk Out dari Audiensi
Dalam aksi tersebut, massa juga menuntut pencabutan nota kesepahaman (MoU) yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya petani tambak.
“Yang jelas mah revitalisasi tambah dengan merampas hak rakyat dari para masyarakat yang sudah puluhan tahun digarap oleh masyarakat. Hari ini mau dirampas, gitu kan,” katanya.
Menurut Juhadi, proyek yang disebut sebagai proyek nasional itu dinilai tidak berpihak pada masyarakat lokal.
“Iya, meskipun proyek nasional. Proyek nasional untuk apa? Iya, kalau tidak ada untuk kesejahteraan masyarakat, ini akan menciptakan kemiskinan baru. Yang dulunya masyarakat itu menggarap, terus garapannya diambil. Masyarakat mau kerja apa? Mau jadi kuli? Jadi. Artinya jadi kuli semua berarti,” tegasnya.
Ia juga menyebut tidak ada sosialisasi kepada masyarakat sebelum dilakukan pematokan lahan.
“Enggak ada, enggak ada, enggak ada sama sekali. Tiba-tiba kita ada pematokan, pematokan juga tidak memberitahukan. Tidak ada izin memang. Tidak, tiba-tiba langsung patok-patok saja,” ungkapnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto