get app
inews
Aa Text
Read Next : Waketum Partai Nasdem Saan Mustopa Lakukan Konsolidasi Bersama Struktur Partai Nasdem Indramayu

Tolak Uang Koin Rp100 Juta, Lucky Hakim: Bisa Jadi Gratifikasi

Selasa, 07 April 2026 | 11:11 WIB
header img
Bupati Indramayu Lucky Hakim. (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id Lucky Hakim tolak uang koin yang dibawa petambak ke Pendopo Indramayu sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dengan alasan hukum yang jelas.

Saat ditemui di Pendopo Indramayu, Lucky Hakim menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang dari para petambak. Ia hanya meminta agar kerusakan fasilitas umum diperbaiki, bukan diganti dalam bentuk uang.

“Saya tidak pernah meminta uang. Saya meminta ganti untuk dibenerin, ganti rugi itu artinya konflik," ujarnya Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, fasilitas umum yang rusak dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga proses perbaikannya harus mengikuti mekanisme resmi pemerintah.

“Landasan jelas adalah bahwa itu kan dibangun pakai APBD. Jadi kalau misalnya nanti mau ada pembenahan ataupun perbaikan ya nunggu APBD kan gitu," katanya.

Meski demikian, Lucky Hakim membuka ruang bagi masyarakat untuk bertanggung jawab secara langsung dengan memperbaiki kerusakan yang terjadi.

“Kalau masyarakat yang merusak bisa langsung tuh dibenerin, kembalikan seperti semula," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menerima uang yang dibawa oleh para petambak, meskipun mengapresiasi niat baik mereka.

“Jadi kami tidak mau sentuh uangnya, kami tidak mau menerima uangnya, tapi kami tentu menerima niatan baik dari teman-teman," ungkapnya.

Menurutnya, menerima uang dari masyarakat tanpa mekanisme yang jelas justru berpotensi melanggar aturan hukum.

“Kenapa saya enggak mau terima uangnya? Ya karena kalau saya terima uang itu nanti namanya gratifikasi," jelas Lucky.

Lucky Hakim juga menyinggung bahwa seluruh fasilitas pemerintah, termasuk yang rusak, dibangun dari uang rakyat, sehingga harus dijaga bersama.

“Katanya tadi uangnya dari keringat rakyat, ya gedung ini juga dari keringat rakyat. Bahkan baju saya ini dijahit dari uang rakyat," pungkasnya.

Ia menegaskan, solusi terbaik bukan menyerahkan uang, melainkan memperbaiki langsung fasilitas yang telah dirusak agar kembali seperti semula.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut