Kuliner Legendaris Indramayu, Bandeng Bakar Tanpa Duri RM Nunung Selalu Ramai Pembeli
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Ragam sajian kuliner khas wilayah pesisir pantai utara Jawa Barat selalu sukses memanjakan lidah para penikmat hidangan laut lewat keaslian cita rasanya. Salah satu menu laut yang kini menjadi buruan utama para petualang rasa adalah olahan ikan air payau yang disajikan praktis tanpa perlu repot memilah duri-duri halusnya.
Inovasi hidangan yang memadukan kepraktisan serta kelezatan rempah tradisional ini terbukti ampuh menarik minat ratusan pengunjung setiap harinya. Keunikan penyajian menu bandeng tanpa duri bakar kini menjadi ikon kuliner paling populer di kawasan perkotaan Indramayu.
Rumah Makan Nunung di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, menjadi salah satu kuliner legendaris yang ramai diburu pecinta makanan khas pesisir. Selama hampir 16 tahun berdiri, rumah makan tersebut dikenal lewat menu andalannya, yakni bandeng tanpa duri bakar dengan cita rasa khas sambal dan bumbu oles rahasia keluarga.
Owner Rumah Makan Nunung, Ria Fajriah mengatakan, bandeng tanpa duri menjadi menu paling banyak dicari pelanggan, bahkan mampu terjual hingga ratusan ekor setiap harinya.
“Bandeng tanpa duri itu best seller di sini. Rata-rata sehari bisa habis 180 sampai 200 ekor, kalau lagi ramai bisa lebih dari 300 ekor,” kata Ria, Sabtu (20/6/2026).
Tingginya popularitas hidangan bandeng tanpa duri bakar di kedai ini tidak didapatkan secara instan. Pihak pengelola dapur menerapkan standar pengolahan yang sangat teliti guna memastikan tidak ada satu pun duri tajam yang tersisa di dalam daging ikan saat disajikan di atas meja makan pelanggan.
Menurutnya, proses pembuatan bandeng tanpa duri tidak mudah karena seluruh duri ikan dicabut satu per satu secara manual sebelum dibakar.
“Prosesnya lama karena durinya dicabutin satu-satu. Itu yang bikin istimewa karena benar-benar tanpa duri,” ujarnya.
Tak hanya kemudahan saat menyantapnya, formula sambal pedas serta bumbu olesan kaya rempah yang diusung oleh RM Nunung juga menjadi elemen pembeda yang sulit ditemukan di tempat makan sejenis lainnya.
“Yang membedakan di sini sambalnya sama olesan bakarnya. Itu rahasia cita rasa khas kami,” katanya.
Meskipun proses persiapan di balik dapur memakan waktu lama dan membutuhkan ketelitian ekstra, harga seporsi menu bandeng tanpa duri bakar ini dipastikan tidak akan menguras kantong para pengunjung. Satu porsi bandeng dijual mulai Rp25 ribu, sementara nasi Rp6 ribu dan sayur asem Rp5 ribu.
Kombinasi harga yang sangat merakyat dengan jaminan rasa premium inilah yang membuat RM Nunung selalu kebanjiran pesanan dari luar daerah. Ria mengungkapkan, pelanggan Rumah Makan Nunung bukan hanya warga Indramayu, tetapi juga banyak datang dari luar kota.
“Banyak yang dari Jakarta, Bandung, Cirebon, bahkan Kuningan. Ada yang memang sengaja datang ke sini buat makan,” ungkapnya.
Rumah makan bernuansa kekeluargaan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.30 WIB hingga 21.00 WIB. Lonjakan omzet penjualan biasanya terjadi secara signifikan saat momen libur akhir pekan maupun musim mudik Lebaran, di mana ribuan pemudik jalur pantura sengaja melipir demi menikmati sepiring bandeng tanpa duri bakar yang legendaris ini.
Editor : Tomi Indra Priyanto