Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dump Truck Terbakar, Api Sempat Menjalar di Area Lahan Warga
Advertisement . Scroll to see content

Tutup Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Hijaukan Pesisir Eretan Kulon dengan Ribuan Mangrove

Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:46 WIB
  • author Wahyu Topami
Tutup Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Hijaukan Pesisir Eretan Kulon dengan Ribuan Mangrove
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Indramayu tanam mangrove bersama nelayan lokal saat peringatan penutupan Bulan Bung Karno di pesisir Eretan Kulon, Sabtu (26/6/2026). (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Kerusakan lingkungan di sepanjang garis pantai utara Jawa Barat akibat fenomena kenaikan permukaan air laut global memerlukan penanganan yang taktis dan berkelanjutan dari berbagai elemen bangsa. Kehilangan daratan produktif serta rusaknya infrastruktur pemukiman akibat hempasan ombak besar menjadi ancaman nyata yang dihadapi oleh warga pesisir setiap harinya.

Melalui integrasi gerakan sosial dan kepedulian lingkungan, upaya restorasi wilayah perairan terus digalakkan guna mengembalikan fungsi ekologis alam yang mulai seimbang. Agenda penyelamatan wilayah pantai melalui program kerja bakti PDI Perjuangan Indramayu mangrove ditanam secara masif sebagai langkah konkret meredam perluasan dampak abrasi di area rawan bencana.

Menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan menanam ribuan bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/6/2026).

Aksi ini diikuti oleh jajaran pengurus DPC, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Indramayu, pengurus PAC PDI Perjuangan Kandanghaur, Pemerintah Desa Eretan Kulon, serta melibatkan komunitas nelayan dan warga setempat sebagai bentuk komitmen gotong royong dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Pantura Jawa Barat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, Sirojudin mengungkapkan, penanaman mangrove ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah urgensi ekologis yang krusial bagi masa depan masyarakat pesisir.

"Penanaman mangrove ini sangat penting dilakukan di wilayah pesisir Pantura, khususnya Eretan Kulon, karena kawasan ini terus mengalami abrasi pantai yang masif dan banjir rob," ungkapnya.

Kondisi topografi di wilayah barat Indramayu ini memang dilaporkan berada dalam status darurat lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Laju pengurangan daratan berjalan sangat cepat akibat ketiadaan vegetasi pelindung di sepanjang bibir pantai.

Menurutnya, wilayah Kandanghaur menjadi salah satu titik dengan tingkat abrasi paling kritis, di mana ratusan hektar daratan telah tergerus air laut. Di beberapa titik Eretan Kulon, jarak garis pantai ke jalan raya nasional kini bahkan hanya tersisa hitungan puluhan meter," kata H. Sirojudin, yang juga Wakil Ketua DPRD Indramayu.

Lebih lanjut, Sirojudin memaparkan dampak nyata yang dirasakan warga akibat hilangnya benteng hijau alami di pesisir. Banjir rob secara berkala merendam pemukiman, merusak ratusan rumah warga, mengganggu sanitasi, hingga melumpuhkan tambak-tambak budidaya yang menjadi urat nadi perekonomian nelayan lokal.

"Jika kita tidak bergerak menanam dari sekarang, pemukiman warga dan infrastruktur strategis kita akan tenggelam. Mangrove adalah benteng alami terbaik untuk memecah gelombang, menahan laju abrasi, sekaligus memulihkan habitat biota laut seperti ikan dan kepiting yang menjadi sumber penghidupan nelayan," terangnya.

Gerakan peduli lingkungan yang digagas oleh pengurus partai berlambang banteng moncong putih ini diarahkan untuk menyentuh kebutuhan paling mendasar dari masyarakat nelayan tradisional. Sinergi dengan warga lokal menjadi kunci sukses kelangsungan hidup bibit bakau yang baru ditanam.

Ia menambahkan, ini adalah implementasi nyata dari ajaran Bung Karno tentang Ambeg Paramarta, yaitu mendahulukan hal-hal yang mendesak untuk kepentingan rakyat banyak.

Sirojudin berharap, Kegiatan Bulan Bung Karno ini mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat agar terus merawat bibit yang telah ditanam. Melalui gerakan PDI Perjuangan Indramayu mangrove ini diharapkan menjadi pemantik bagi korporasi dan instansi lain untuk ikut andil melakukan penghijauan secara berkala. PDI Perjuangan Indramayu akan terus mengawal program pemulihan lingkungan pesisir Pantura secara berkelanjutan demi memastikan ketahanan wilayah dari dampak perubahan iklim global.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut