get app
inews
Aa Text
Read Next : Sarang Tawon Agresif di Indramayu Dieksekusi Damkar, Enam Warga Alami Luka Ringan

Cerita Petugas Damkar Padamkan Api di Jatibarang Indramayu: Dikepung Asap Tebal hingga Kesulitan Air

Kamis, 02 Juli 2026 | 11:13 WIB
header img
Perjuangan personel damkar saat menembus asap pekat pada insiden kebakaran gudang di Indramayu di kawasan Jatibarang, Rabu (1/7/2026). (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Deru sirine armada pemadam kebakaran memecah keheningan malam di kawasan jalur pantura ketika sebuah laporan kedaruratan masuk ke pusat komando. Bagi para petugas penjinak api, setiap panggilan adalah awal dari pertaruhan tenaga dan keselamatan di tengah situasi yang tidak menentu.

Malam itu, ruang kerja mereka berganti menjadi kepulan hitam yang menyesakkan dada saat mereka harus berhadapan dengan material industri yang membara. Kisah perjuangan dan ketangguhan personel di lapangan ini terekam jelas dalam upaya penanganan insiden kebakaran gudang di Indramayu yang melanda sebuah fasilitas pengolahan kayu.

Peristiwa kebakaran gudang di Indramayu tersebut tepatnya melanda sebuah fasilitas penyimpanan bahan baku mebel di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (1/7/2026) malam. Insiden yang terjadi pada waktu istirahat warga tersebut langsung memicu kepanikan massal lantaran kobaran api yang membubung tinggi terlihat jelas dari pemukiman sekitar. Petugas pemadam kebakaran harus bergerak cepat merangsek ke titik api di tengah kepulan asap tebal yang memenuhi seluruh area bangunan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menceritakan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai peristiwa kebakaran gudang di Indramayu tersebut sekira pukul 21.00 WIB dari masyarakat setempat yang panik melihat kepulan asap.

“Sekitar pukul 21.00 WIB kami menerima laporan dari masyarakat. Awalnya laporan masuk ke Pos Damkar Jatibarang, kemudian petugas langsung meluncur ke lokasi dan dibantu dari Mako Indramayu,” ujar Jajat Wibisono.

Untuk menangani amukan si jago merah yang terus meluas, Damkar Indramayu menerjunkan empat unit armada pemadam gabungan ke lokasi kejadian.

Kendala terbesar yang dihadapi para petugas di baris depan bukan hanya besarnya kobaran api, melainkan pekatnya uap sisa pembakaran kayu yang membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.

“Ini gudang pabrik kayu, jadi kendalanya asap di dalam terlalu mengepul sehingga petugas cukup kewalahan saat melakukan pemadaman,” katanya.

Selain kepulan asap tebal yang mengganggu pernapasan, tim di lokasi musibah kebakaran gudang di Indramayu tersebut juga harus memutar otak akibat hambatan teknis yang cukup krusial di lapangan, yakni terbatasnya cadangan cairan untuk meredam api.

“Suplai air juga agak jauh, itu menjadi salah satu kendala di lapangan,” ungkapnya.

Meski proses penjinakan api memakan waktu berjam-jam akibat kendala bertubi-tubi tersebut, kerja keras para petugas membuahkan hasil dengan terlokalisirnya area kebakaran.

Dipastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran gudang di Indramayu ini karena seluruh pekerja sudah pulang. Sementara untuk total kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan oleh pihak manajemen.

“Korban jiwa tidak ada, sedangkan kerugian masih belum bisa ditaksir,” ujar Jajat secara singkat.

Penyebab pasti dari munculnya percikan api pertama yang memicu kebakaran gudang di Indramayu saat ini masih diserahkan kepada pihak berwajib untuk diselidiki lebih mendalam.

“Untuk kronologis lengkap dan penyebab kebakaran nanti dari pihak kepolisian yang akan melakukan identifikasi,” pungkasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut